Gara-gara 2 Sifat Ini, Para Ahli Ibadah Diadzab Oleh Allah SWT

Sebagai manusia, yakni makhluk ciptaan Allah SWT, tugas utamanya adalah melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dialarang oleh-Nya. Salah satunya dengan kita menjadi ahli ibadah di dunia.



BACA JUGA: Seperti Ini Bacaan Doa Berbuka Puasa yang Benar dan Shahih

Namun sebagai seorang ahli ibadah, ternyata bukan menjadi penentu seseorang untuk masuk surga dan terbebas dari adzab. Salah satunya disebabkan oleh 2 sifat ini seperti yang dikutip dari infoyunik.

1. Riya’

Sifat pertama yang ternyata mampu menjerumuskan seorang ahli ibadah tetap mendapatkan azab bahkan menjadi penghuni neraka adalah karena mereka riya’. Jadi semua amalan shaleh yang dilakukannya selama di dunia itu bukan untuk mencari ridha Allah, melainkan dilakukan karena ingin riya’ (pamer) dan mengharapkan pujian dari manusia.

Padahal ikhlas menjalankan perintah Allah menjadi salah satu cara agar semua ibadah dapat diterima dan mendapatkan ganjaran berupa kebaikan-kebaikan bahkan surganya Allah Ta’ala. Sifat riya’ ini membuat seluruh amalan yang dilakukan selama ini hancur lebur tanpa mendapatkan pahala sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (QS Al Baqarah [2]: 264).

2. Tidak Terima Akan Kebaikan yang Diberikan

Sifat yang kedua adalah tidak terima kebaikan yang diberikan yakni mengungkit-ngungkit kebaikan tersebut. Bahkan orang yang gemar mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dilakukannya akan dijauhkan dari surga dan tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Mengungkit kebaikan juga bisa menyakiti perasaan orang lain yang ditolong dan tentu saja hal ini tidak baik bagi hubungan persaudaraan terhadap sesama.

Orang yang mengungkit kebaikan yang telah dilakukan biasanya juga memiliki sifat riya’. Oleh karena itu, riya’ harus dihindari karena dapat menjadi sumber kebangkrutan di hari akhir. Sifat dan karakter ini juga termasuk golongan orang-orang yang munafik. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisaa’ [4]: 142).

Naudzubillah, semoga kita menjadi ahli ibadah, namun terhindar dari 2 sifat ahli neraka diatas..
Top