Dirimu Bukan Lalat, Inilah Bedanya Kerja Keras dan Kerja Cerdas!


Lalat adalah seekor serangga yang namanya di sebutkan di dalam Al-Quran. Tepatnya pada surat Al-Hajj ayat 73. Dalam ayat tersebut, Allah memberikan pelajaran berharga pada kita semua. Karena Allah menyindir tuhan dari orang-orang kafir yang menyembah berhala.

Allah SWT berfirman:

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." [QS. Al-Haj ayat 73]

Ulasan terkait : Waspada Umrah Berkali-kali Bisa Jadi Bisikan Setan! Memangnya Lebih dari Sekali Boleh?

Begitu keras apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT pada perumpaan seekor lalat. Sehingga jangan sampai sekali-kali pun kita meniru lalat yang mempunyai sifat semacam itu. Seperti salah satu kisah berikut ini, dimana kita sebagai manusia yang diberikan akhlak untuk berpikir sampai pada akhirnya diharapkan mampu membedakan mana kerja keras dan mana kerja cerdas.

Di depan sebuah rumah, terdapat beberapa ekor lalat yang terbang di atas sebuah tong sampah. Tiba-tiba, rumah itu terbuka dan si pemilik rumah lupa menutupnya kembali. Melihat itu, satu ekor lalat masuk dan menuju ke arah meja makan yang dipenuhi makanan.

Saya sudah bosan dengan makan-makanan sampah itu. Ini saatnya makan-makanan lezat,” ucap si lalat.

Setelah kenyang, ia bergegas menuju pintu tempat ia masuk. Namun pintu itu tertutup sehingga si lalat tidak bisa ke luar. Lalu si lalat bergerak ke arah kaca yang tidak jauh berada di dekat pintu. Dari kaca, ia bisa melihat teman-temannya sedang berkumpul di tempat sampah dan makan.

Si lalat mencoba ke luar. Ia mengelilingi kaca, melompat, dan menerjang kaca, namun tetap tidak bisa ke luar. Ia terus melakukannya sampai berulang-ulang dan si lalat akhirnya kelelehan. Esok paginya, ia jatuh di atas lantai.

Tidak jauh dari tempat si lalat, ada rombongan semut merah. Ketika melihat ada seekor lalat yang tidak berdaya, mereka serentak mengerumuninya dan menggigit tubuh si lalat sampai mati. Lalu dibawa ke sarang mereka.

Seekor semut merah bertanya pada kakak semut merah di depannya. “Kenapa lalat ini ada di sini dan sekarat?” tanyanya penasaran.

Oh itu sering terjadi,” balas si kakak.

Kakak tahu?” si kakak semut merah mengangguk.

Sebenarnya ia telah berusaha ke luar dari kaca itu. Namun tidak berhasil. Ia frustasi dan kekelahan. Makanya ia sekarat dan menjadi menu sarapan kita,” jelas si kakak semut merah.

Aku masih tidak mengerti. Bukannya ia sudah berusaha ke luar. Mengapa tidak berhasil?” tanyanya kembali.


Ulasan terkait : Benarkah Puasa Ramadhan Bisa Batal Hanya Karena Tak Mau Bermaafan Sebelumnya?

Lalat itu memang tidak menyerah dan terus mencoba. Hanya saja, dia terus-menerus memilih jalan yang sama. Seandainya ia mencari jalan ke luar lainnya mungkin ia bisa berhasil,” ungkapnya.

Ingat, mungkin semua orang melakukan hal yang sama. Namun seorang pemenang berhasil ke luar sebagai juara karena ia melakukannya dengan cara yang berbeda. Perlu diingatkan lagi, perhatikan terlebih dahulu apakah benar jalan yang ditempuh tersebut bisa mendatangkan kebaikan atau tidak, karena bisa jadi ketika kita mencari jalan lain untuk menuju kesuksesan, kita tidak akan pernah tahu hanya tinggal satu depakan saja di jalan tadi ternyata sudah ada sukses yang menjemput kita.

Pahami baik-baik dan jangan sampai menjadikan apa yang sudah kita perjuangkan sia-sia. Cari jalan lain kalau memang tak memungkinkan, dan teruslah berharap dan berdoa kepada Allah SWT selain berusaha, agar apa yang sudah kita kerjakan mendapatkan ridha dan syafa'at dari-Nya.
Top