Cewek Wajib Baca, Cara Bedakan Henna Palsu dengan Henna yang Natural !


Henna atau dalam bahasa latin Lawsonia inermis merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Orang-orang banyak menyebutnya innai atau pacar, namun fungsinya pun tetap sama yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh. Belakangan ini henna menjadi populer karena bahan yang digunakan aman dan tidak menimbulkan iritasi bagi pemakainya. Saat ini, tren henna semakin luas. Tak hanya untuk melukis tangan menjelang hari pernikahan, namun kini henna juga kerap digunakan untuk mewarnai rambut dan kuku. Bahkan ada juga yang menggunakan henna untuk tato temporer untuk bergaya..

Meskipun sudah terkenal dengan bahan alami dan aman, namun anda juga harus berhati-hati sebelum menggunakan henna. Pasalnya, ada pernyataan dari American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa henna yang dicampur dengan bahan kimia berbahaya  dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti yang dikutip dari hipwee. 

BACA JUGA: Jangan Coba-coba Lakukan 7 Hal Ini, Jika Tak Ingin Hidupmu Apes !

Agar lebih waspada, perhatikan tips memilih henna yang palsu dan natural. Simak baik--baik, ya !

1. Dari segi teksturnya


Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair  dapat beresiko mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

2.Kandungannya

     hipwee.com

Henna alami dibuat menggunakan bahan herbal seperti bubuk henna yang diracik dengan air jeruk lemon, gula, dan essensial oil. Sedangkan henna yang palsu biasanya terdapat kandungan Para-phenyledediamine (PPD) dan beresiko menimbulkan alergi.

3. Warna yang dihasilkan


Henna yang alami biasanya menghasilkan warna reddish brown atau warna oranye yang cenderung merah kecoklatan. Setelah henna digunaka, akan kering dan rontok, dan tersisa warna semi kuning di kulit, dan berubah menjadi cokelat kemerahan dalam waktu 2 hari.Sedangkan henna yang berwarna hitam kemungkinan menganduk PPD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.


4. Jangka waktu henna mengering


Henna alami membutuhkan waktu yang lama untuk mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama hingga mencapai 10 hari. Sedangkan henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

5. Bau


Selain dari warna, dan teksturnya, henna yang natural juga bisa dideteksi dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyerupai jamu, herbal, potongan rumput atau sejenisya. Jika baunya menyerupai bahan kimia yang menyengat dan tidak enak, bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsu dan berbahaya.

6. Tes kepekaan kulit


Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu hingga 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apa-apa, maka anda bisa melanjutkan pemakaian. Namun jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit menjadi merah, makan hentikan pemakaian.

7. Bedakan tujuan penggunaannya


Alangkah baiknya jika sebelum menggunakan henna anda membaca komposisi pada kemasan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan bahannya. Henna yang mengandung PPD biasanya digunakan untuk rambut, jadi hindarilah pemkaian pada kulit.

Itulah ulasan mengenai cara membedakan henna yang asli dan henna yang mengandung bahan kimia berbahaya.  Sebaiknya hindari penggunaan henna untuk tato temporer karena beresiko menimbulkan alergi. Henna memang indah, namun juga harus hati-hati dalam memakainya. Jangan sampai salah pilih ya !




Top