Bukan Trypophobia, Tapi Inilah Akibat Dari Kutu Jigger Si Pencabut Nyawa

Pernah dengar istilah Trypophobia? Yap, pobhia tersebut sangatlah unik karena akan merasa takut, jijik, pusing bahkan hingga muntah ketika melihat ada banyak lubang aneh. Banyak pula gambar di internet untuk mengetahui apakah kita juga mengidap trypophobia. Seperti kaki yang banyak lubangnya, muka, dan, batu berlubang dan lain sebagainya. Tapi yang satu ini benar-benar nyata.



BACA JUGA: Bikin Merinding Mendengar Tilawah TNI Berseragaram Ini

Lubang-lubang itu diakibatkan oleh Jiggers, serangga kecil mirip dengan kutu, menjadi biang kerok epidemi yang menyebabkan kulit penderita menjadi busuk. Serangga ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui kaki.

Begitu masuk, ia akan menghisap darah, tumbuh dan berkembang biak hingga jumlahnya mencapai ribuan. Seluruh bagian tubuh yang terkena, seperti bokong, kelopak mata, bahkan bibir, akan membusuk.

Bila mengenai anak-anak, jiggers bisa menyebabkan kematian karena banyaknya darah yang dihisap. Menurut James Kakooza, menteri kesehatan Uganda, jiggers juga menjadi penyebab kematian dini pada anak remaja yang menderita penyakit lain. Pada orangtua, infeksi penyakit ini menyebabkan mereka tidak bisa berjalan atau bekerja.

"Ini merupakan epidemi yang sedang kami lawan, namun kami yakin seiring dengan waktu kami mampu melenyapkan jiggers," kata Kakooza.

Istilah medis untuk penyakit akibat tungau ini adalah tungiasis yang disebabkan oleh lalat pasir betina yang menggali masuk ke kulit. Penyakit ini ditemukan di bagian Amerika Latin dan Karibia, selain sub-Sahara Afrika. Serangga tersebut umumnya berkembang biak di lingkungan kotor dan berdebu.

Kakooza juga menyebutkan 12 distrik yang terkena infeksi jiggers adalah daerah miskin dengan tingkat kebersihan rendah. "Kami sudah menghimbau warga untuk menggunakan sabun medis. Jigger juga terbukti bisa dibasmi dengan disiramkan bensin serta parafin," katanya.

Wilayah yang paling parah terkena penyakit tungiasis di Uganda adalah Busoga, sekitar 150 kilometer dari Kampala, ibukota Ugada. Beberapa kasus baru juga dilaporkan terjadi di daerah tengah, sekitar 70 kilometer dari ibukota, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran penyakit ini ke seluruh negeri. Berikut adalah video cuplikan yang diambil dari salah satu akun youtube.

Top