Bu, Mulai Sekarang Jangan Bilang "Aku Mau Pinjam" Lagi ya...

Menjadi seorang anak, kewajiban utamanya adalah berbakti kepada orang tuanya. Saat masih belum dewasa sih memang belum merasakan. Tapi setelah berumah tangga pasti akan sangat sulit untuk berbakti kepadanya. Seperti kisah berikut ini.



BACA JUGA: Bersedekah Karena Allah, Tapi Kepada Kaum Non Muslim, Bagaimana?

Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata: “Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras.”

Anaknya tidak langsung menjawab. Dengan raut muka datar ia berkata, ” Iya Bu, nanti aku tanya istriku dulu.” Seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan.

Ketika sang anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 tahu = 36 juta. Dia berpikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang. Jika didapat oleh seorang anak selama dua tahun berapa yang harus ia bayar?

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. “Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn gratis. Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi,” hatinya berkata.

Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 juta. Sambil menangis ia berkata: “Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do’akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu.”

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata, “Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo’a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di surga nanti dalam kebahagian.”

Semoga kisah diatas dapat menginpirasi dan membuat kia lebih berbakti lagi kepada orang tua kita.
Top