Begitu Wajibnya Istri Melayani HASRAT Suami, Bahkan Bila Sedang Duduk di Punggung Untapun Lakukan Saja!

Komentar

Tribunnews.com

Diantara tanda istri durhaka salah satunya adalah tidak mau melayani hajat biologis suami, tanpa alasan syar'i. Allah bahkan mengancam istri yang berbuat demikian dengan laknat para malaikat hingga Shubuh tiba.

Hadits shahih riwayat Imam Bukhari, “Jika suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersenggama), lalu istri menolak sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya, maka para malaikat mengutuk pada istri itu hingga pagi hari.”

Menurut Syeikh Sa’ad Yusuf Abdul Aziz dalam Shahih Washaya ar-Rasul lin Nisa, seorang istri boleh saja menolak ajakan suaminya berhubungan badan sepanjang hal itu merupakan uzur syar’i atau sesuatu yang dibolehkan agama.

Jika perintah sang suami berbau hal-hal maksiat, seperti menyuruh istri meninggalkan shalat, membuka jilbab, membolehkan teman-teman suaminya untuk masuk ke dalam rumahnya ketika suami tidak ada, atau memerintahkannya untuk memutus tali silaturahim, barulah hal itu tidak perlu didengar atau dipatuhi. Sebab sabda Nabi saw, “Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya pada hal-hal yang baik saja (ma’ruf).” (HR Bukhari dan Muslim)

Senada dengan itu, pendiri Pusat Kajian Hadits, DR. H. Lutfi Fathullah MA, mengatakan bahwa ketika suami tidak ‘diberi’ di saat syahwatnya timbul, maka bisa muncul dua kemungkinan; apakah dia sanggup menahannya, ataukah dia tidak bisa menahan, alih-alih malah terjerumus ke arah perzinaan. “Maka pilihannya kalau tidak mau berzina, istri harus memberikan haknya,” ungkapnya.

Baca Juga: Sering Lupa Rakaat Saat Shalat? Lakukan 3 Hal ini, DIJAMIN Tak Akan Terulang Lagi

Karena hal itu juga menjadi bagian dari bakti seorang istri. Suami diperbolehkan menggugat isterinya jika memang melanggar syariat. Ketahuilah, surga Allah terdapat pada keridhaannya. Allah sendiri melaknat isteri yang tidak menghargai suaminya. Rasulullah SAW Bersabda.


Tribunnews.com

“Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta, tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali, sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim,” (H.R. Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar).

Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)

Begitu jelasnya Rasulullah menerangkan dalam riwayat diatas, maka sebaiknya selama suami tidak menyuruh dan menjerumuskan istri ke hal-hal yang diluar tuntunan agama, istri wajib mentaatinya.
Top