Begitu Mulia-nya Membantu Anak Yatim, Ibarat Persiapkan Rumah di Surga


islamberkata.blogspot.com

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. [HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam al-Bukhari rahimahullah mencantumkannya dalam bab: Keutamaan Orang Yang Mengasuh Anak Yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

• Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

• Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.

• Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.

• Keutamaan dalam hadits ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.

Baca Juga: Bolehkah Berkurban tapi Belum Melaksanakan Aqiqoh?

Sehubungan dengan hal diatas, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, anak-anak yatim diberi kekuatan untuk membuka ruang atau kesempatan bagi orang-orang peduli anak yatim untuk masuk surga.

“Siapapun yang peduli kepada anak yatim bahkan mau membantu anak yatim maka ia ibarat sudah mempersiapkan rumahnya di surga. Dia akan sangat dekat dengan Rasul seperti jari telunjuk dengan jari tengah,” katanya dalam acara Berbagi Bersama Sahabat di kantor Republika, Sabtu, (25/6).

Makanya masyarakat harus peduli dan perhatian kepada anak-anak yatim. Anak yatim bisa menjadi sarana pimpinan masyarakat, tokoh masyarakat untuk masuk surga dengan membantu anak yatim.

“Saya minta anak-anak yatim mendoakan Republika dan siapapun yang membantu anak yatim. Seperti pimpinan di asrama yatim agar mereka ikhlas membantu anak yatim,” ujar Hidayat lansir Republika.

Hidayat berharap, kegiatan bersama anak-anak yatim jangan berhenti pada Ramadhan saja. “Semoga setiap bulan bisa dilakukan kegiatan bersama anak-anak yatim.”

Dulu Indonesia diproklamasikan pada bulan Ramadhan. Ini menunjukkan kalau para  pemimpin Indonesia memilih memproklamasikan Indonesia pada bulan penuh berkah.

“Namun saya yakin Indonesia akan penuh berkah kalau anak-anak yatim tak dilupakan oleh para pemimpin negerinya. Mari kita doakan supaya pemimpinnya sadar kalau sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti anak-anak yatim berhak mendapatkan perhatian dari pemerintah.”

Anak-anak yatim jangan pernah merasa putus harapan, tak punya masa depan. Seseorang boleh yatim tapi bukan berarti kehilangan masa depan.

“Bahkan presiden Indonesia yang ketiga merupakan anak yatim. Namun beliau sangat hebat bisa menciptakan pesawat,” ujar Hidayat.

Mudah-mudahan, lanjutnya, momen Ramadhan ini mengingatkan menjadi spirit bagi anak-anak yatim agar bercita-cita besar. Menjadi generasi muda yang luar biasa seperti BJ Habibie.
Top