Banyak yang Tak Sadar, Ternyata Ini Akibatnya Jika Nekat Duduk di Atas Kuburan!

Komentar

Manusia yang bernyawa pasti akan mati. Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah bersifat sementara. Kita hanya berperan sebagai pengembara yang mencari rahmat dan ridha Allah SWT, agar dapat pergi ke tempat yang paling istimewa.

Kita tak akan pernah tahu, kapan kita akan kembali kepada Allah SWT. Hanya saja, kita harus selalu ingat terhadap hak dan kewajiban kita selama hidup di dunia ini. Baik pada diri kita sendiri maupun pada orang lain.

Ulasan terkait : Jangan Sampai Cuma Omong Doang, Yuk Coba Syukuri Nikmat Allah dengan Doa Ini!

Salah satunya, ketika ada saudara seiman yang meninggalkan kita lebih dulu. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengurus dan menghormatinya. Ya, kita bukan hanya harus menghormati orang yang masih hidup di dunia. Tetapi, pada mereka yang telah wafat pun, perlu kita hormati. Salah satunya pada tempat yang menjadi peristirahatannya sementara, yakni kuburan.

Kuburan menjadi tempat pembaringan terakhir bagi manusia yang meninggal dunia. Di sana, jenazah akan memasuki fase alam barzah dan menunggu hari kiamat tiba. Tidak ada yang tahu, bagaimana kondisi mayit saat berada di sana.

Pada waktu tertentu, biasanya keluarga akan mengunjungi kuburan untuk berziarah.  Hal ini dilakukan untuk mengirimkan doa atau sekedar membersihkan kuburannya saja. Namun dalam pelaksanaan aktivitas itu manusia sering kali melakukan hal yang salah. Sebagai seorang muslim, makruh hukumnya bila kita duduk di atas kuburan saudara seagama atau menginjak dengan kaki kita.

Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadap kepadanya,” (Diriwayatkan Muslim).

Rasulullah juga bersabda, “Seandainya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api kemudian bara api tersebut membakar pakaiannya dan mengenai kulitnya, itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan,” (Diriwayatkan Muslim).


Ulasan terkait : Sudahkah Rumahmu Memenuhi Syarat Ini? Jika Sudah, Dijamin Surga Datang Kesana!

Asy-Syaafi’iy rahimahullah berkata:

وَأَكْرَهُ وَطْءَ الْقَبْرِ وَالْجُلُوسَ وَالِاتِّكَاءَ عَلَيْهِ، إِلَّا أَنْ لَا يَجِدَ الرَّجُلُ السَّبِيلَ إِلَى قَبْرِ مَيِّتِهِ، إِلَّا بِأَنْ يَطَأَهُ، فَذَلِكَ مَوْضِعُ ضَرُورَةٍ، فَأَرْجُو حِينَئِذٍ أَنْ يَسَعَهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Aku membenci menginjak kubur, duduk, atau bersandar di atasnya; kecuali apabila seseorang tidak menemukan jalan lain ke kubur yang ditujunya melainkan dengan menginjaknya. Kondisi tersebut adalah darurat, dan aku harap ia mendapat keluasaan (dispensasi), insya Allahu ta’ala” [Al-‘Umm, 1/277-278].

Maka dari itulah, ketika pergi ke kuburan untuk mendoakan ahli kubur, maka usahakanlah jangan sampai kita duduk di atas kuburan saudara seiman kita. Sebab, kita tak pernah tahu bagaimana kondisi mereka di dalamnya. Dan kita tahu, itu merupakan tempat peristirahatan bagi jasad-jasad mereka.
Top