"Apa yang Engkau Pikirkan, Maka Itulah yang Akan Terjadi!"


Pernahkah anda berhenti sejenak dari semua aktivitas anda dan sekedar mengingat kembali apa yang anda alami dan apa yang anda terima di dalam hidup anda?

Setiap orang pasti pernah mengalami kesedihan dan kebahagiaan,bahkan hidup ini terkadang ada saatnya kita diatas dan ada saatnya kita dibawah. Ibarat roda yang berputar, seperti itulah hidup yang harus kita jalani. Pasti semua manusia yang hidup di dunia ini menginginkan kebahagiaan. akan tetapi terkadang kenapa ada saja kesedihan yang mengikuti langkah kita.

Also read : Bulan Ramadhan Penuh Berkah Jangan Sampai Terlewat! Yakin Sudah Tahu Detailnya?

Itulah yang disebut dengan ramalan diri sendiri. Mungkin dalam Islam, ramalan bukanlah hal yang bagus karena bisa mendatangkan murka Allah dan juga bisa menyesatkan dan menjauhkan diri kita dari keimanan. Akan tetapi jika ditelisik lebih lanjut, apa yang sudah terpikirkan dalam diri sendiri, bisa jadi terwujud karena adanya sugesti yang bisa menjadi kenyataan.

Salah satu kisah Rasulullah SAW, yang mana memperlihatkan bahwa manusia sangat dianjurkan untuk tidak berpikiran dan menelaah tentang suatu keburukan yang menimpanya agar terhindar dari keburukan lain. Suatu hari, Rasulullah menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut. Beliau berkata, ‘Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosamu’.

Orang itu menjawab, ‘Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang menimpa orangtua yang sudah peot, yang bisa menyeretnya ke lubang kubur’.

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah berkata, ‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’.

Saya minta Anda membaca lagi dialog Rasulullah di atas.

Well, sungguh indah apa yang dikatakan Rasulullah itu. Itulah chicken soup a la Rasulullah. Singkat, padat, dan lezat. Nah, Rasulullah seakan-akan mengatakan kepada kita bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri. Jika kita mau menerima (ridha) dengan kesusahan yang kita derita, maka kita bisa menjadikan penderitaan itu sebagai pelebur sebagian dosa kita. Atau sebaliknya, jika kita tidak ridha, maka kita sendiri yang memilih penderitaan itu menjadi kebinasaan, dan akhirnya kita ngedumel, nyerocos, dan marah-marah sendiri.

Sungguh merdu apa yang dikatakan Rasulullah. Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini.

Barangsiapa yang ridha, maka ke-ridha-an itu untuknya. Barangsiapa yang benci, maka kebencian itu akan menjadi miliknya’ (Hadits, riwayat at-Tirmidzi)

Salah satu kebahagiaan seseorang adalah ke-ridha-annya menerima keputusan Allah’(Hadits, riwayat Ahmad)


Also read : Jangan Sampai Tak Sadar, Bisa Jadi Kamu Wajib Syahadat Lagi Ketika Sudah Begini!

Jika kita memikirkan kebahagiaan, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran takut, kita menjadi takut.

Jika kita berpikiran sakit, kita pun menjadi sakit.

You are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Dengan kata lain, kesimpulan yang bisa diambil ialah "apa yang anda fikirkan itulah doa dan akan segera terjadi". Pada rekan dan saudara, saudari yang membaca ini, saya harapkan selalu berfikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran dan hal-hal negatif membelenggu otak, kehidupan dan fikiran anda. Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan yang anda alami sekarang.
Top