Allah SWT Pernah Hidupkan Orang Mati. Tidak Percaya? Ini Bukti Nyatanya

Allah Maha Besar. Semua yang dikehendaki pasti akan terjadi, meski kejadian itu diluar nalar manusia seperti menghidupkan orang mati. Namun ada sebagian orang yang meragukan hal itu.



BACA JUGA: Sangat Simple Untuk Dilakukan, Tapi Ganjarannya Setara Dengan Naik Haji!

Melihat hal itu, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani seperti dinukilkan dalam kitab al-Ajwibat Ibnu Hajar al-Asqalani ala Asilat Ba’dhi Talamidzihi, pernah menjawabnya. Fatwa Ibnu Hajar tersebut menjawab pertanyaan sang murid, yaitu Ibnu Munjik Al Asyrafi, tepatnya pada 10 terakhir bulan Rabiul Awal 830 H.

Dikutip dari satumedia, pertanyaan itu berkutat seputar keabsahan mengenai tujuh makhluk yang Allah hidupkan kembali.  Menurut Ibnu Hajar, berdasarkan sejumlah data yang dihimpun dari hadis-hadis nabi, terdapat makhluk yang hidup kembali setelah mati. Sebagian adalah manusia dan sebagian lainnya adalah hewan.

Indikasi hidup kembali itu terlihat lantaran makhluk itu melakukan aktivitas, seperti berbicara dengan lisan, melakukan aktivitas fisik, ataupun hidup layaknya sesamanya yang masih hidup. Ada 7 kasus yang sudah ada hadisnya. Diantara 7 kisah itu, 4 diantaranya adalah sebagai berikut.

Kisah pertama hadits dari Anas bin Malik tentang seorang pemuda Anshar yang hidup lagi atas permintaan orang tuanya yang renta dan lanjut usia.

Kisah kedua adalah kambing yang memberikan isyarat kepada Nabi Muhammad. Hewan itu memberitahukan kepada Rasulullah untuk tidak memakan dagingnya. Hal ini karena tubuhnya mengandung racun yang dibubuhkan oleh seorang perempuan Yahudi. Kejadian itu terjadi di Khaibar dan tercatat di riwayat Abu Hurairah.

Ketiga, peristiwa bayi perempuan yang telah dikubur hidup-hidup di sebuah lembah oleh orang tuanya sebelum masuk Islam. Setelah menjadi Muslim, ayahanda si perempuan mengadukan hal itu ke Rasulullah dan menyatakan penyelesannya.

Bersama Rasulullah, sang ayah menuju kuburan anaknya. Rasulullah menyampaikan penyesalan sang ayah di depan makam anaknya. Sang anak menjawab dan menyatakan kerelaannya karena telah memperoleh tempat yang mulia di sisi-Nya.

Kisah keempat, yakni kisah sama dengan kasus pertama. Hanya, di kasus ini pria yang bersangkutan adalah Ibrahim bin Nabith dari suku Asyja’i. Berbeda dengan laki-laki yang disebutkan sebelumnya, yaitu pria yang berasal dari Anshar saja.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika Ia menginginkannya cukup berkata “Jadilah!” maka jadilah ia. Selain menghidupkan orang mati, banyak kebesaran Allah yang tidak kita sadari.
Top