Allah Maha Adil, Bahkan Binatang pun Juga Diadili. Tapi Caranya Berbeda dengan Manusia

Setelah hari kiamat tiba, disinilah seluruh makhluk dibangkitkan dan dikumpulkan kembali di Padang Mahsyar untuk kemudian ditimbang amal ibadahnya dan dosa-dosanya. Tiada satu makhluk pun yang mampu melewatinya, termasuk juga para binatang yang juga mendapat balasan di akhirat. Bahkan binatanglah yang pertama menjalaninya.



BACA JUGA: Kisah Pilu Seorang Wanita Bermuka Gajah, Penyebabnya adalah Operasi!

Namun bagaimana cara Allah dalam mengadili Binatang? Apakah sama dengan manusia?  Mengenai hal ini, Allah SWT sudah menerangkannya dalam QS. Al-An’am ayat 38. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak Kami alpakan sesuatu apa pun di dalam Al-Kitab. Kemudian kepada Tuhan mereka, mereka dihimpunkan.”

Dan Allah Ta’ala berfirman dalam Surat At-Takwir ayat 5 yang artinya: “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.”

Dikutip dari infoyunik, Ternyata para binatang yang dibangkitkan oleh Allah SWT setelah hari kiamat tersebut tidak untuk dihisab amalnya. Melainkan mereka akan dikumpulkan untuk diadili dengan dilakukannya qishash, yakni pembalasan untuk kedzaliman yang telah mereka dapatkan ketika berada di dunia.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Semua hak akan disampaikan kepada yang berhak menerimanya pada Hari Kiamat, sehingga kambing tak bertanduk membalas kambing yang bertanduk dengan menanduknya.”

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Pada hari Kiamat kelak, seluruh binatang akan dikumpulkan, sedangkan manusia menyaksikannya. Kemudian binatang-binatang itu diadili, sehingga binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas terhadap binatang bertanduk yang telah menanduknya di dunia. Setelah binatang tersebut diqishash, Allah akan mengubahnya menjadi tanah. Allah melakukannya untuk menegakkan keadilan di antara makhluk-Nya.” (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 70)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat. Sampai diqishash kambing yang tidak bertanduk kepada kambing yang bertanduk.” (HR. Ahmad 7404 & Muslim 6745)

An-Nawawi menjelaskan hadits ini, bahwa binatang akan dikumpulkan pada hari kiamat, dan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebagaimana para mukallaf di kalangan manusia dibangkitkan. Sebagaimana pula anak kecil yang mati, orang gila, dan orang yang belum mendapatkan dakwah, mereka juga dibangkitkan. (Syarh Shahih Muslim, 16/136)

Hewan-hewan ini diqishas meski bukan mukallaf pun ternyata ada penyebabnya. An-Nawawi menjelaskan, qishash untuk hewan yang tidak bertanduk kepada hewan yang bertanduk, bukan qishash karena mereka mendapat beban syariat. Karena binatang tidak diberi beban syariat. Tapi qishash pembalasan.

Para malaikat akan menyaksikan qishas binatang, tidak hanya itu, proses tersebut juga akan disaksikan oleh orang-orang yang beriman dan kafir. Setelah diqishashnya para binatang, Allah Ta’ala berfirman: “Jadilah tanah!” Maka binatang-binatang itu berubah menjadi tanah. Tatkala melihat hewan itu diubah menjadi tanah, orang-orang kafir itu mengatakan, “Alangkah baiknya jika aku menjadi tanah.”

Inilah salah satu makna firman Allah Ta’ala: “Dan orang kafir itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja.” (QS. An-Naba: 40)

Naudzubillah.. Jangan sampai kita hidup di dunia menyiksa binatang yang tidak bersalah. Ingatlah semua yang kita lakukan akan mendapat balasannya.
Top