Aku Dilahirkan Oleh Seorang Wanita, Dibesarkan Oleh Wanita "Ibu" yang Menjadi Kehormatanku



Aku dilahirkan oleh seorang wanita, Aku dibesarkan oleh seorang wanita, Dan di didik pertama kali oleh seorang wanita, Kata suami -- istriku seorang wanita lalu bagaimana mungkin aku tak menghormati wanita???. (At-Thantawi Rahimahullah)

Yah betul kita semua manusia yg terlahir dilahirkan oleh sosokk seorang wanita. Tepatnya bagiku ibuku adalah seorang wanita hebat, pemilik mata teduh penuh telaga kasih, pemilik jari tangan lentik penuh kasih sayang tulus, matanya yang bening, rambutnya yang hitam legam terurai panjang, langkah kakinya lembut gemulai seperti pribadinya yang sungguh sabar santun dan santai. Yah, betul seperti itulah sosok ibuku yang sangat aku cintai hingga ujung kukuku yang terus tumbuh tanpa henti. Ya Rabb.. betapa aku sangat mencintai makhluk-Mu bernama sosok WANITA HEBAT atau PEREMPUAN TANGGUH yang Engkau lahirkan ke dunia ini.

Lalu...
Bagaimana dengan cerita teman-teman yang mengatakan tidak mencintai sosok wanita, apalagi dengan lantang terlalu sering membentak sosok ibunya. Oh Tuhan... dimanakah mata hatinya, Tidak tau kah dia bahwa di luar sana pun masih banyak para putra putri kehilangan sosok ibu karena ALLAH terlalu pagi menjemputnya ke surga-Nya, atau ALLAH terlalu sayang hingga terlalu cepat memanggilnya ke jannahnya.

Baca Kisah Perjuangan Seorang Ibu Ini :

Ibuku luar biasa, dia sangat berbeda denganku. Setiap jumpa dan kemudian berpisah ibuku selalu berkata "maaf ibu tidak bisa memberi apa-apa kecuali doa."

Ucapan ini terkadang menamparku. Ibuku yang sudah begitu banyak memberi pengorbanan, perhatian dan rasa cinta yang tiada tara masih berkata "maaf ibu tidak bisa memberi apa-apa."

Sementara aku hanya cium tangan, memberi rupiah yang tak lebih dari 10 persen penghasilanku sudah merasa menjadi anak yang berbakti. Ibuku tak merasa banyak berbuat kepadaku padahal kebaikan kepadaku amat sulit untuk dihitung.

Sementara aku sudah merasa menjadi anak yang taat dan hebat hanya dengan sekelumit kebaikanku. Oh, betapa mulianya ibuku dan betapa naifnya diriku.

Bila aku sakit, ibuku rela menempuh perjalanan ratusan kilometer dan menyeberangi lautan hanya sekedar ingin menciumku.

Sementara bila ibuku sakit, aku hanya mengangkat telepon untuk berkata "maaf, aku tak bisa menemani ibu." Oh betapa bedanya aku dengan ibuku. Ia segera meninggalkan semua kesibukannya hanya untuk jumpa dengan anaknya.

Sementara aku selalu beralasan sibuk untuk bisa menemaninya saat ia berbaring lemah karena rasa sakitnya.

Saat aku sekolah dan kuliah, ibuku rela datang berhutang walau mungkin mendapat cacian dari yang punya uang. Tetapi kini aku tega-teganya berkata "maaf ibu, saya belum bisa banyak membantu, aku masih harus mengembangkan bisnis dan keluargaku."

Saat seperti ini ibuku hanya berkata "ibu bahagia bila melihat kamu dan keluargamu bahagia."
Oh ibu, ..... aku semakin malu.
Tadi malam, sebelum tidur aku menangis, betapa baktiku kepada ibuku belum seberapa. Dalam gelisahku, kukirimkan doa untuk ibuku,
"Ya Allah, .......jaga ibuku, muliakan ibuku, beri ia tempat terhormat di dunia dan berikan ia mahkota terindah di surga-Mu kelak."

Ah,.... betapa hinanya aku
Karena hanya bisa menangis dan mengirimkan doa di usiaku yang semakin tua.

Itu bedaku dengan ibuku.

Apa bedamu dengan ibumu???

BACA JUGA:  Menangislah Setelah Membaca Kisah Ini "Orang Tua Menjadi Pembuka Pintu Surga"

Ya Rabb...
* Jadikanlah kami para wanita menjadi sosok wanita calon penghuni surga-Mu
* Jadikanlah kami para suami, ayah/para pria menjadi sosok lelaki tangguh yang terus mencintai sosok ibu,istri, anak perempuan, saudari perempuan dimanapun berada
Top