7 Cara Mengatasi Suami yang Kurang Dewasa


familyshare.com

Ketika sepasang pria dan wanita memutuskan untuk menikah, itu karena satu sama lain jatuh cinta, dan biasanya yang satu tertarik kepada kepribadian yang lain. Namun, kadang-kadang sesudah bulan madu berakhir, kepribadian itu tidak menarik lagi

 Sifat yang menarik, spontanitas, kegemaran berpetualang dapat berubah menjadi kurang tanggung jawab dan kurang dewasa padahal Anda membutuhkan seorang pasangan yang mampu berbagi dalam segala tanggung jawab dan kewajiban yang memenuhi hidup Anda.

Anda dapat merasa kecil hati dan frustrasi menghadapi pasangan yang tidak mau memikul bebannya dalam pernikahan atau yang menganggap hidup ini seperti pesta akbar. Berikut saran-saran yang dikutip dari familyshare.com, yang akan membantu Anda berdua menciptakan kerja sama yang setara dan penuh kasih.

1. Buatlah tekad bersama

Anda berdua harus memutuskan untuk berusaha keras mengatasi hal ini dan menyelamatkan perkawinan Anda. Perubahan memang sulit tetapi bila Anda berdua mau mengorbankan waktu, dan usaha serta saling mendukung dalam proses ini, Anda akan berhasil.

2. Jelaskan secara rinci

Dengan tepat sebutkan perilaku yang mesti diubah. Duduklah bersama pasangan Anda dan tunjukan kelakuan mana yang jadi masalah dan tidak bisa diterima. Jangan secara umum berkata, "Kamu tidak bisa diandalkan," atau "Saya ingin kamu berusaha lebih keras." Sebaliknya katakanlah, "Saya mau kamu memberitahu saya jika kamu akan terlambat pulang," atau "Saya ingin kamu melewatkan beberapa jam tertentu setiap hari untuk mencari pekerjaan." Sebutkan secara jelas dan rinci apa yang Anda harapkan dari dia. Pastikan Anda menguraikan hal-hal yang sesungguhnya dapat diubah dan catatlah gagasan-gagasan Anda.

Baca Juga: Penting! Ibu Menyusui Harus Pakai Payudara Kanan atau Kiri? Nanti Gede Sebelah Lho!

3. Bersabarlah

Kerjakan satu demi satu; pasangan Anda tidak dapat mengubah segalanya sekaligus. Pilihlah satu perilaku yang paling mendatangkan masalah dan mulailah berusaha mengubahnya sebelum dilanjutkan dengan perilaku berikutnya. Dengan demikian pasangan Anda tidak merasa kewalahan dan Anda memiliki pengharapan yang realistis.

4. Kembangkan minat di luar

Janganlah mengandalkan pasangan Anda untuk semua kebutuhan Anda. Penting untuk memiliki minat di luar hubungan Anda. Ini akan membantu Anda menjaga keseimbangan hidup dan mendorong pasangan Anda untuk melakukan hal yang sama.

5. Bersandarlah pada dukungan dari luar

Kelilingilah diri Anda dengan teman, anggota keluarga, kelompok yang dapat memberi dorongan dan bantuan. Pastikan Anda mempunyai dukungan bila keadaan sulit ditanggulangi. Jangan mencoba mengatasinya sendirian.

6. Carilah bantuan bila perlu

Masalah ini mungkin sulit diatasi oleh Anda berdua saja. Bila tidak ada kemajuan, Anda mungkin perlu minta bantuan dari luar seperti penasihat perkawinan. Mereka sangat membantu dalam memahami persoalan dan memberi Anda nasihat yang diperlukan untuk memecahkannya.

7. Nikmati saat bersama

Kenang apa saja yang membuat Anda dulu jatuh cinta kepada pasangan Anda. Berusahalah menikmati sifat-sifat itu sebanyak mungkin. Lewatkan waktu bersama tanpa gangguan dan tuntutan kewajiban yang menekan Anda. Pergilah keluar dan lakukan sesuatu yang Anda berdua sukai dan pastikan Anda menikmatinya bersama.
Top