10 Tahun Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Kakak Kandungku Sendiri



Dalam suatu keluarga sudah seharusnya bisa saling tolong menolong untuk mengurangi beban jika ada suatu permasalahan.

Terkadang dalam beberapa kondisi, hubungan antara saudara kandung terjalin sangat erat.

Selain karena memang adanya hubungan darah, hubungan yang intens sejak kecil menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki.

Seperti itu juga yang dilakukan oleh Indah (bukan nama sebenarnya sengaja disamarkan), yang tidak ragu berbagi suka dengan saudara perempuannya (kakak), yang secara ekonomi hidup sederhana.

Namun, betapa hancurnya hati Indah ketika kebaikannya itu dihianati. Baik oleh kakaknya sendiri, maupun sang suami yang begitu tega menjalin hubungan gelap.

Entah siapa yang harus disalahkan, tapi semoga kisah ini bisa dipetik pelajaran bagi para pembaca semua.

Berikut cerita lengkapnya:

"Lama menikah ternyata tidak menjamin rumah tangga tetap langgeng.

Seperti yang aku alami, setelah menikah selama 10 tahun rumah tanggaku akhirnya kandas juga.

Sampai sekarang aku masih sulit menerima kalau penyebabnya adalah kakak kandungku sendiri.

Setelah lulus SMEA aku langsung menikah dengan laki-laki pujaanku.

Selama menikah aku tidak diijinkan bekerja oleh suamiku.

Selama 10 tahun menikah kami mempunyai 2 orang anak, yang pertama perempuan dan yang bungsu anak laki-laki.

Hidup kami sangat bahagia hingga lahir anak ke 2 kami, banyak yang iri melihat kekompakan kami, hingga kami pun jadi panutan para remaja di sekitaran rumah kami.

Sayangnya tidak lama setelah menikah, suamiku terkena PHK di kantornya.

Jadi kami banting setir dan mulai berdagang.

Dengan modal usaha seadanya kami membuka usaha dan Alhamdulillah usaha kami lancar hingga kami membeli 2 rumah dan 2 mobil dan beberapa motor.

Kehidupan rumah tangga kami kami baik-baik saja, sebelum ada wanita lain dan wanita itu adalah kakak kandungku sendiri.

Kehidupan ekonomi kakak yang masih gadis jauh di bawahku, hal ini yang membuatku selalu mengajaknya bergabung jika bepergian seperti ke kampung untuk mengunjungi orangtuaku.

Aku selalu mengajaknya, agar ia tidak banyak keluar uang.

Aku perkirakan awal terjadinya hubungan antara kakak dan suamiku sehabis lebaran idul fitri.

Saat itu kami pulang kampung beramai-ramai untuk mengunjungi orangtua.

Setelah dari kampung itu, kurang dari sebulan suamiku mulai sering marah dan mencari-cari kesalahanku.

Tidak lama setelah itu aku diusir dari rumah, rumah yang kami bangun dari usaha berdua.

Aku bercerai dari suami tapi belum mengetahui dengan pasti siapa perempuan ketiga dalam rumah tanggaku.

Aku penasaran dan mulai mencari tahu hubungan kakakku dengan mantan suamiku, aku punya firasat kalau mereka ada hubungan.

Dan benar, aku berhasil membuktikan mereka memiliki hubungan istimewa.

Kebenaran itu terbukti setelah aku membaca sms mereka, aku bagaikan disambar petir di siang bolong, mantan suami akhirnya berkata jujur dan menceritakan hubungannya dengan kakakku.

Sejujurnya aku tak habis fikir bagaimana mungkin kakak kandungku sendiri tega merebut suamiku, kakak perempuanku satu-satunya yang aku sayangi.

Akhirnya mereka menikah tetapi belum dikaruniai anak sampai sekarang.

Aku bercerai dengan suamiku tahun 2011 dan sampai sekarang aku belum menikah lagi.

Aku sempat punya kekasih dan mengajakku untuk menikah, tapi karena pengalamanku yang sangat pahit aku takut untuk menikah, aku takut disakiti lagi.

Hingga saat ini aku masih sendiri, aku hanya fokus untuk mencari uang untuk hidup."

BACA JUGA:  Jangan Bersedih Jika Suami Tidak Pernah Romantis, 7 Alasan Ini Harusnya Anda Syukuri

Kisah ini pun mendapatkan respon dari netizen, yang berharap agar si istri bisa bersabar dan melanjutkan kehidupannya, seperti yang dikutip dari planet.merdeka.com.

Dede: "Semoga Kakak anda dapat balasan yg jauh lebih menyakitkan. Anda punya hak utk bahagia, anda masih muda, pasti ada pria yg layak mjd teman hidup anda, yg akan membahagiakan anda. Lain kali, jangan terlalu baik dgn kerabat sendiri jika anda sudah menikah kembali."

Lia: "Sakit memang rasanya.. Aku juga pernah merasakan seperti itu, Tapi bedanya kalo Saya gebetan.. Tenang semua itu ada karmanya, Kita akan di atas jika Kita iklas.. Semangat!!"

Nyol: "sabar dan tawakal saja. semoga Tuhan senantiasa memberikan ibu kekuatan ekstra dalam menjalani hidup dan membesarkan buah hati. salam hangat."
Top