10 Hal Inilah yang Membuat Kita Semakin Rindu Ramadhan,Terutama Nomor 7

Ramdadhan tinggal menghitung hari. Bulan inilah yang selalu ditunggu-tunggu umat muslim. selain pahala kita akan dilipat gandakan, kehangatan saat bulan ini tiba seoal tidak pernah hilang.



BACA JUGA: Inilah Kaum Tsamud yang Diazab Karena 2 Kesalahan

Apalagi di Indonesia, banyak tradisi-tradisi unik yang membuat kita tak bisa melupakan Bulan Ramdhan. Rasa kangen akan datangnya bulan ini, rupanya tidak terlepas dari 10 faktor berikut, seperti yang dikutip dari inspiradata.

1. Teriakan orang bangun sahur

Euforia sahur dan buka Puasa, adalah poembeda bulan Ramadan dengan bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, waktu sahur Anda akan dimeriahkan oleh tetangga sekitar yang membangunkan sahur dengan kentongan, teriakan, bahkan memukul-mukul tiang. Terlebih lagi untuk Anda yang ngekos atau tinggal sendirian, waktu sahur Anda tak akan terasa kesepian.

2. Kehebohan anak-anak bermain petasan dan kembang api

Petasan sudah seperti menjadi tradisi setiap Ramadan, Idul Fitri, dan Tahun Baru di Indonesia. Biasa dilakukan untuk memeriahkan waktu setelah salat tarawih bersama, mulai dari petasan yang kecil hingga besar dinyalakan, begitu pun kembang api. Walau terbilang kontroversial, keriuhan anak-anak bermain petasan selalu jadi bagian tak terlepaskan dari Ramadan di sini.

3. Terkesima dengan iklan sirup

Entah Anda tergolong orang yang hobi minum sirup atau tidak, di bulan Ramadan, Anda biasanya selalu terkesima dengan iklan-iklan sirup dengan buah-buahan segar yang beredar di TV. Biasanya Anda selalu terkesima dan menahan ludah karena segarnya. Anggap saja ini ujian di saat berPuasa. Insyallah, pahala untuk Anda yang bisa menahan haus.

4. Menonton kultum

Menjelang waktu berbuka Puasa, setiap saluran TV biasanya menampilkan acara kultum-kultum dari ustaz kondang.

5. Pulang kantor lebih cepat atau berbuka di jalan

Salah satu yang dirindukan dari bulan Ramadan adalah pulang kantor lebih cepat dengan harapan dapat berbuka puasa di rumah bersama orang-orang tersayang. Namun kadang, jalanan pada saat pulang kantor sebelum buka puasa malah lebih macet, seperti banyaknya orang yang berbondong-bondong untuk sampai di rumah dan membuat Anda berbuka puasa di jalan. Ada yang membawa bekal dan berbuka di jalan, mampir di warung setempat untuk membeli teh, atau bahkan terpaksa makan di mobil.

6. Mie, menu hari kelima belas dan seterusnya

Saat biasanya Anda sangat keras melarang diri untuk mengkonsumsi mie instan, di Bulan Suci, terutama di tengah bulan hingga seterusnya di saat Anda sudah mulai malas masak dan fokus kepada Lebaran, Anda malah tak bisa lepas dari mie instan dengan dalih agar makanannya berkuah, makanya Anda selalu memasak mie rebus.

7. Ajakan reunian yang segunung

Padahal selama ini Anda tidak pernah berkomunikasi dengan teman SMP atau bahkan SMA. Tapi mulai menjelang bulan Ramadan, tawaran buka puasa bersama pasti menggunung. Mulai dari teman main SD, teman main SMP, SMA, bahkan reuni besar sekelas saat sekolah. Bagi sebagian orang, Ramadan juga menjadi tempat dan menjadi alasan yang pas untuk bersilaturahmi dengan teman-teman lama.

8. Jajan menjelang buka puasa

Yang biasanya makan malam hanya dengan satu lauk saja, di bulan penuh berkah ini, Anda akan cenderung ‘lapar mata’ dan membeli berbagai macam camilan yang pada akhirnya membuat Anda tidak sanggup untuk makan menu utama.

9. Keberisikan anak-anak di masjid

Saat bulan Ramadan biasanya banyak anak-anak yang tujuannya ikut shalat tarawih berjamaah. Namun, pada kenyataanya mereka hanya bermain dan menyebabkan kebisingan diluar masjid. Karena taak sedikit yang ujung-ujungnya bermain petasan diluar masjid.

10. Menukar uang sampai Belanja Pakaian

Sebagai seorang dewasa, budaya memberikan THR masih berlangsung di sebagian daerah dan keluarga. Bukan mengenai angkanya, namun keseruan di saat bersama keluarga di hari Lebaran yang menjadi highlight. Persiapkan uang kecil Anda untuk nantinya dibagikan ke keponakan-keponakan mungil saat Lebaran nanti. Belum lagi membeli baju saat menjelang lebaran nanti.
Top