Waspada! Ajaran Berbau Terorisme Mulai Masuk ke Sekolah Mulai PAUD hingga SMP


Keadaan Gereja Mar Girgis Coptic di Kairo Mesir pasca ledakan, foto AFP

Bom pertama terjadi pada pukul 10.20 waktu setempat di Gereja Mar Girgis Coptic, Central Delta, Kota Tanta, Provinsi Gharbeya. Informasi dari otoritas setempat, diperkirakan sekitar 26 orang korban tewas dan 71 lainnya mengalami luka.

Ajaran berbau terorisme merasuk ke sekolah-sekolah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Aliyus bahkan menyebut di Depok, Jawa Barat ada PAUD yang sudah ditanamkan ajaran radikal.

"Kita lihat juga di Depok sana ada yang pendidikan PAUD saja sudah mulai seperti itu artinya harus kita waspadai semua dan ini kita minta tolong pada teman-teman jurnalis untuk bisa juga mensosialisasikan ini kepada seluruh masyarakat," jelas Suhardi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/4) lansir kumparan.com.

Menurut Suhardi, dia juga menyampaikan pesan ke Menteri Pendidikan agar di bangku sekolah dimasukkan ajaran tentang pendidikan karakter bangsa.

"Mungkin sifatnya bukan doktrin tapi bagaimana membangun empati anak-anak untuk mengerti bangsanya kemajemukan dan sebagainya Itu yang saya sarankan ke depan," terang dia.

Baca Juga: Bukannya Marah, Pedagang Keset Malu Hingga Menangis Karena Ditabok Sandal

Kemudian kasus di Jawa Tengah, SD dan SMP juga ada yang diajari paham radikalisme karena diajarkan gurunya.

"Sebelumnya kan juga ada di Jawa Tengah dan sebagainya mangkanya kita mengusulkan hal-hal yang semacam itu, sangat fundamental dan pusat harus turun tangan.  Ajaran yang akan dilemparkan kepada anak-anak kita jangan diracuni dengan hal-hal pemikiran-pemikiran semacam itu," beber dia.

Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius  (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)

Suhardi juga mencatat, sejauh ini dari kasus terorisme, dari kasus mereka yang pergi kek Suriah tingkat pendidikannya relatif tinggi.

"Artinya apa, kaum intelektual pun sudah mulai terpapar untuk itu karena ini mindset ideologis dan perlu diingat untuk menjadi radikal itu bukan tempo singkat kita juga tidak bisa berharap dalam tempo singkat dia berubah. Artinya perlu pola integrasi untuk sama-sama kita antisipasi. Saya lapor kepada presiden kita perlu bantuan juga di kementerian-kementerian terkait untuk menjangkau tadi itu," jelasnya.
Top