Ternyata Rencana Pembangunan Disneyland di Boyolali Masih Simpang Siur

Komentar

disneyparks.disney.go.com

Beberapa hari terakhir memang terdengar kabar akan ada investasi besar dari The Walt Disney Company ke Indonesia khususnya Boyolali. Namun ternyata kabar pembangunan Disneyland di Boyolali, Jawa Tengah itu ditampik oleh perusahaan itu.

Bahkan, The Walt Disney Company menegaskan saat ini mereka belum ada rencana membangun Disneyland di Indonesia.

Pada pukul 20.07 WIB, Senin (17/4/2017), Pulse Communication Ogilvy, selaku konsultan PR The Walt Disney Company Asia Tenggara meralat pernyataan sebelumnya yang berbunyi: "It's a false news. At this moment there is no plan to build Disneyland in Indonesia" kata Executive Director Communication The Walt Disney Company Asia Tenggara, Sesha Kanthamraju, lansir KompasProperti.

Lebih lanjut Sesha menambahkan, kendati Indonesia merupakan pasar prioritas bagi The Walt Disney Company di Asia Tenggara, The Walt Disney Company belum punya rencana merealisasikan taman hiburan kelas dunia tersebut di Indonesia saat ini.

Kabar pembangunan Disneyland di Boyolali sendiri beredar setelah Bupati Boyolali Seno Samodro mengungkapkannya ke media dan ditanggapi positif oleh istana.

Bahkan kata Seno, Pemerintah Kabupaten Boyolali sudah menyiapkan sejumlah lokasi, antara lain Kecamatan Mojosongo, Boyolali Kota, atau Ampel.

Baca Juga: Benarkah Sukses Tidaknya Seorang Pria Bisa Dilihat Saat Dia Sudah Menginjak Usia 40 Tahun?

Hingga saat berita ini dianggap hoax, Bupati Boyolali melontarkan pembelaanya bahwa proyek itu akan terus berjalan.

Dikutip dari Liputan6, ia menceritakan bahwa wahana bermain yang direncanakan akan dibangun di Boyolali memang bukan memakai merek dagang Walt Disney. Namun, konsepnya akan dibuat seperti, bahkan melebihi, Disneyland yang ada saat ini.

Simpang siur terkait pembangunan wahana bermain tersebut juga tak bisa dilepaskan dari keinginan sang investor sendiri yang minta untuk dirahasiakan, sehingga terkesan sangat meragukan di mata publik. "Kalau itu dibilang hoax sih, aku sih senang saja. Request investornya kan untuk dirahasiakan," kata Seno. Terkait nama wahana bermain, pihaknya mengaku menyerahkan kepada investor dan keinginan pasar.


disneyparks.disney.go.com

"Betul ini bukan Disneyland. Karena kalau jadi, namanya bukan Disneyland. Dalam dunia bisnis itu biasa. Franchise kan tidak harus 100 persen. Mereka sudah nego (Disneyland) tidak beli 100 persen, hanya sekitar 21-23 persen. Pakai Universal Studios 17 persen, ada lagi Warner Bros, dan lainnya. Jadi enam sampai delapan raksasa dunia, diambil sedikit." uajr Bupati Boyolali Seno Samodro yang memastikan pembangunan wahana hiburan di Kabupaten Boyolali terus berlanjut.
Top