Tahapan Setan untuk Menggoda Manusia Ini Wajib Diwaspadai! Banyak yang Tak Sadar No 4


Kita memahami, bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan fitrah atas diri manusia, yaitu bisa mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Akan tetapi, meskipun fithrah manusia itu sudah disiapkan dan memiliki kemampuan untuk mengetahui yang haq dan yang bathil, namun bukan berarti untuk mengamalkan al haq ataupun menghindari yang bathil itu mudah.

Ada rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan al haq. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil. Musuh tersebut ialah setan yang mana merupakan makhluk ciptaan Allah yang senantiasa menggoda manusia untuk mengerjakan sesuatu keburukan dan perbuatan dosa.

Artikel pilihan : Malaikat Belum Pernah ke Bumi Pun Akhirnya Ikut Menggotong Jenazahnya! Siapa Dia?

Pada akhirnya manusia yang terjerumus dalam perbuatan tersebut maka ia akan jauh dari Allah SWT. Akibatnya, mereka akan menjadi pengikut setan dan membuatnya masuk ke dalam neraka di akhirat kelak. Namun, apabila manusia mampu menghalau segala godaan tersebut, maka surga akan menjadi balasan baginya.

1. Membenarkan Islam bukan agama yang baik


Inilah langkah pertama yang ditempuh oleh setan, barulah ketika itu ia beristirahat dari rasa capeknya. Setan akan terus menggoda manusia agar bisa terjerumus dalam dosa pertama ini. Jika telah berhasil, pasukan dan bala tentara iblis akan diangkat posisinya menjadi pengganti iblis, jika tak berhasil maka setan beralih ke langkah yang lebih halus lagi ( langkah kedua )

2. Usaha setan yang kedua


Jika langkah pertama tidak berhasil, manusia diajak pada perbuatan bid’ah. Perbuatan ini lebih disukai oleh iblis daripada dosa besar atau pun maksiat lainnya. Karena bahaya bid’ah itu:

1. membahayakan agama seseorang,
2. membahayakan orang lain, jadi ikut-ikutan berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunan,
3. orang yang berbuat bid’ah akan sulit sadar untuk taubat karena ia merasa amalannya selalu benar,
4. bid’ah itu menyelisihi ajaran Rasul dan selalu mengajak untuk menyelisihi ajaran beliau.

Setan yang menggoda seperti ini pun juga akan diangkat sebagai pembantu iblis jika telah berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini. bila pintu bid'ah tidak mempan maka setan akan menjerumuskan jebakan yang lebih halus lagi ( langkah ketiga )

3. Mengajak kepada dosa besar


Kalau langkah kedua tidak berhasil, setan akan mengajak manusia untuk melakukan dosa besar, lebih-lebih jika ia adalah seorang alim (berilmu) dan diikuti orang banyak. Setan lebih semangat lagi menyesatkan alim semacam itu supaya membuat manusia menjauh darinya, maksiat semacam itu pun akan mudah tersebar, dan akan dirasa pula bahwa maksiat itu malah mendekatkan diri pada Allah.
Yang berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini, dialah yang nanti akan menjadi pengganti iblis. bila sean gagal membujuk manusia untuk melakukan dosa besar maka setan masih mempunyai jebakan yang lebih halus lagi ( langkah ke empat )

4. Remahan kecil yang mudah ditumpuk


Jika setan gagal menjerumuskan dalam dosa besar, setan akan mengajak pada dosa kecil. Dosa kecil ini juga berbahaya.

Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (Karena perumpamaan hal tersebut adalah) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah, lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika akan diambil pemiliknya, maka ia akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5: 331, no. 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Artikel pilihan : Jika Allah Saja Malas, Apa yang Bisa Kita Lakukan? Ini Orang yang Dilupakan Oleh-Nya!

Maksud hadits, jika dosa kecil terus menumpuk dan tidak terhapus, maka itu akan membinasakan. Di sini tidak disebutkan dosa besar karena jarang terjadi di masa silam dan dosa besar memang benar-benar dijaga agar tidak terjerumus di dalamnya. Demikian dijelaskan oleh Al-Munawi. Imam Al-Ghazali menyebutkan, dosa kecil lama-lama bisa menjadi besar karena:

  • Menganggap remeh dosa kecil tersebut, 
  • Terus menerus dalam berbuat dosa. Karena ingatlah yang namanya dosa ketika seseorang menganggap itu begitu besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, ketika dosa itu dianggap remeh, maka menjadi besar di sisi Allah. (Dinukil dari Faidh Al-Qadir, 3: 127). bila setan masih tetap belum bisa menjerumuskan manusia bebuat dosa kecil maka setan akan menjerumuskan manusia dengan langkah yang lebih halus lagi ( langkah kelima )

5. Mengiming-imingi hal yang percuma


Namun karena sibuk dengan yang mubah mengakibatkan luput dari pahala. Jika setan tidak mampu menggoda dalam tingkatan kelima ini, maka seorang hamba akan benar-benar tamak pada waktunya. Ia akan tahu bagaimanakah berharganya waktu. Ia pun tahu ada nikmat dan ada akibat jelek jika tidak menjaganya dengan baik.

Jika setan masih tidak mampu mensibukkan manusia dengan perkara mubah maka setan masih punya langkah terakhir yang paling halus di antara langkah-langkah yang lainnya ( langkah ke enam ).

6. Menggoda untuk mencari yang nilainya kecil daripada yang paling baik


Setan akan menggoda manusia supaya ia luput dari pahala amalan yang lebih utama dan ia terus tersibukkan dengan yang kurang afdhal.

Top