Surat Cinta Untuk Calon Imamku di Masa Depan. ‘Mas, Semoga Saja Kamu Mau Membacanya’



Assalamu'alaikum…

Hai Mas Imam..
Apa kabar mu Hari Ini..?
Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT

Maaf jika tulisan ku membuat mu sedikit kaget,
Mungkin sebelumnya kita belum pernah kenal,
Jangankan kenal bertemu pun kurasa belum pernah,
kalau begitu izinkan aku memperkenalkan siapa aku.

Perkenalkan aku adalah JODOH MU

Aku ulangi sekali lagi ya,
Aku adalah…

JO.DOH.MU"

Iya, aku adalah jodoh mu, kenapa? Kau kaget ya?
Maafkan aku yang sudah membuatmu kaget
Aku hanya ingin memberi tahumu, kalau aku masih setia
Menunggumu, iya menunggu mu!

Lalu jika bukan kamu siapa lagi yang aku tunggu??

Kau tau tidak kalau aku selalu menyebutmu dalam setiap sujud ku, dalam do'a ku.

tapi maaf jika aku memanggilmu dengan sebutan "MAS IMAM"

Karena aku tidak tau siapa nama mu, ^_^

Kau tidak marah kan.??

Aku takut sekali kau marah dengan sebutan itu.

Kalau kita bertemu nanti banyak sekali yang ingin aku ceritakan pada mu,
aku harap kau tidak bosan mendengar cerita ku nanti.

Mas Imam, Maaf jika tulisan ku terlalu panjang untuk kau baca,

Tulisan ini aku tujukan untuk mu, karena nanti saat kita bertemu dan sudah di persatukan aku ingin sekali melihat expresi wajahmu saat membacanya di depan ku, mungkin saat itu aku akan tertawa geli melihat expresi mu.

ARTIKEL PILIHAN: "Kami Lepaskannya Menjadi Penjagamu" Tapi Sekarang Kau "Menantu" Lupa Menjengukku

Mas Imam, Bolehkan aku bertanya?
Satu hal saja! Aku hanya ingin bertanya…

Apakah kau selalu menyebut nama ku dalam do'a mu..?
setidaknya walaw bukan nama asli ku yang kau sebut
tapi do'a mu tertuju pada ku kan..??

Tunggu, tunggu…

Kau menyebut ku dengan sebutan apa…?

Aku ingin menebaknya, tunggu sebentar aku fikirkan sejenak,

Apakah kau menyebut dengan sebutan kekasih ku.?

Ups, sepertinya tidak tepat, lalu apa?

Aisyah ku.?
Adinda ku.?
Bidadari ku.?

Oh, sepertinya aku tau, kau pasti menyebutku "KHUMAIRAH KU"
Iya kan? Aku tidak salah kan?

Ah, apapun itu terserah mu, karena aku tau kamu pasti punya panggilan sayang untuk ku,
iya pasti hanya untukku kan?

Mas Imam, kau sekarang ada dimana? Mengapa lama sekali sampai di sini?

Entahlah sudah berapa kali matahari menerbitkan sinarnya,
Entah sudah berapa cangkir teh hijau rasa vanila yang aku minum sendiri,
Entah sudah berapa periode kalender yang aku balik halaman perhalaman,
Entah sudah berapa artikel yang aku baca sambil menunggu mu.
Haaaaaahhhh, entahlah sudah berapa lama aku lalui semuanya sendiri.

Mas Imam, jika nanti kau hampir menemukan ku, aku mohon beri aku kode agar aku bisa lebih menyiapkan diri ku, sekarang aku masih memperbaiki diriku di hadapan-Nya. karena katanya orang baik akan dipertemukan dengan orang baik pula meskipun dulunya pernah jahat dan aku tau pasti kamu orang yang baik, maka dari itu akupun berusaha memperbaiki diriku, sifatku, tutur kataku, dan agama ku.

Iya aku tidak mau mengecewakan mu, orang tua mu dan keluarga mu.

Sepertinya jemariku mulai lelah

Baik lah kalau begitu aku akhiri surat cinta ini sampai disini.

Semoga kau baik baik saja di sana ya..
do'a ku selalu menyertai mu,

Wassalam..
Top