Siapa yang Kuat Nahan Air Mata, Wanita Ini Sapa Selingkuhan Suami Lewat Blog Pribadi



Ada banyak reaksi yang bisa kita pilih ketika sebuah masalah menimpa kita; marah membabi buta? Menyendiri dan terus menerus bersedih hingga putus asa atau? Bagi saya, reaksi yang dipilih oleh perempuan ini adalah yang terbaik sekaligus paling mengena.

Ia telah diselingkuhi suaminya.

Di blog pribadinya, Ary Yogeswary, sang pemilik blog menuangkan apa yang ia alami dan rasakan secara blak-blakan,setelah ia cerai dari suaminya yang telah berselingkuh darinya.

'Aduh, siapa sih yang hari gini mau membongkar masalah rumah tangga di hadapan publik?" demikian pikir saya di dalam hati. Sementara yang lain menjadikan sosial media sebagai 'etalase' kehidupan masing-masing--ada yang memamerkan keharmonisan dengan pasangan, kesempurnaan hidup, kebahagiaan, Ary (demikian akrab disapa) malah menulis dengan sejujur-jujurnya tentang 'aib' yang ia alami.

Mohon maaf, karena saya harus menyebut 'aib'. Karena memang, hampir tidak ada yang seberani Ary menceritakan sebuah aib. Saya pun setuju, jika perselingkuhan itu tidak beda dengan 'aib-aib' lainnya yang level menyakitkan dan memalukannya tidak bisa ditoleransi akal sehat dan naluri. Dan lagi, kebanyakan orang pun akan lebih memilih menyembunyikannya dibanding membicarakannya ke hadapan publik.

Seperti yang dikutip dari Keluarga.com saat mencoba menghubungi Ary yang saat ini masih tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, secara tidak langsung ia mengatakan bahwa dirinya sedang kewalahan menjawab tumpukan surat elektronik yang datang tanpa henti. Ia mengakui tidak pernah menyangka bahwa reaksi akan tulisannya akan sebesar ini.

Seperti yang saya lihat sendiri di kolom komentar blog pribadi sang penulis lepas ini, tidak jarang ditemukan komentar-komentar pujian yang ditujukan pada Ary, karena telah bersedia berterus terang membeberkan pengalaman hidupnya (yang pahit itu).

Lewat tulisannya itu, Ary menjaring salutasi ratusan ribu pasang mata yang membaca tulisannya. Tidak jarang pula ia mendapatkan pertanyaan soal mantan suaminya dari pembaca-embaca yang penasaran akan detail tragedi cerita cintanya itu. Terus terang, saya pun sempat penasaran ingin tahu siapa sebenarnya dan seperti apa sih'wujud' perempuan perebut suaminya dan penyebab perpisahan Ary dan suaminya itu?

Setelah ditelaah, ternyata tujuan Ary menuangkan tulisan tentang pengalaman 'diselingkuhi' ini adalah untuk menyampaikan pesan yang cukup spesifik, bahwa dampak sebuah perselingkuhan itu amatlah besar. Ary juga tidak menyebut nama 'si selingkuhan suami' sama sekali di dalam tulisannya.

"Tulisan ini murni untuk memberitahu dan menguatkan para pembaca di luar sana," tulisnya seraya menegaskan lagi dan lagi.

*Update*
Saat ini (6 am Mar 7 2017 LA time) artikel ini sudah hampir 21k dibaca. Whoaaaa!!! Terima kasih banyak atas semua dukungannya!!!! Kalau boleh aku mau nambahin:
1) Artikel ini bukan untuk 'menyerang' si Mbak, tapi untuk memberitahu dan menguatkan para pembaca diluar sana. Jadi nggak usah penasaran kayak gimana sih mantan suami dan si mbak hihihi. Kalau tujuan saya jahat saya kasi semua link sosmednya dari awal ;)
2) Saya juga ga ngulik 'Kenapa' atau alasan mereka, karena tiap orang punya alasan masing-masing dan karena kita nggak di posisi mereka kita nggak bisa ngejudge. Jadi please jangan ngejudge :* .
3) In fairness, si Mbak ini sudah minta maaf dan menawarkan mundur, tapi saat itu saya sudah babak belur dan ga bisa lagi (secara nurani) untuk menerima suami saya kembali. Saya tetap menghargai usaha dia untuk memperbaikinya :)

Jadiiii.... Mari kita perlakukan tulisan ini sebagai mana tujuan aslinya: untuk menginfokan dan menguatkan. Nggak usah bawa-bawa yang lain oceee. Love you all! dikutip dari kucinghitamjalanjalan.blogspot.co.id

SEMUA TENTANG WANITA:

1. Sebelum Menikah Suamiku Begitu Sangat Perhatian Namun Saat Ini Kalah Besar Dengan Setan

2. Jika Sudah Bersuami Jangan Merasa Seperti Remaja "Single" Hormati Suamimu

Anda bisa baca tulisannya di sini: 'Halo selingkuhan suami saya.'

Nah, bagaimana respons dan reaksi yang Anda pilih seandainya 'kasus' yang sama menimpa Anda?
Top