Sering Jadi Pertanyaan, Mengapa Muslim Harus Khitan?

Komentar

Sudah pasti pernah mendengar apa itu khitan bukan? Ya, itulah dimana sebuah perintah yang diwajibkan bagi seluruh umat Muslim untuk melaksanakan ibadah dengan cara sunat atau khitan. Sudah menjadi rahasia umum jikalau segala sesuatu yang Allah ciptakan dan perintahkan seluruhnya memiliki hikmah dan kebaikan. Allah swt lebih mengetahui dari hamba-Nya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216).

Artikel pilihan : Hai Suamiku, Inilah Diriku yang Selalu Engkau Bandingkan dengan Dia, Si Wanita Muda

Begitu juga dengan perintah Allah khitan atau sunat untuk laki-laki maupun perempuan. Khitan menurut bahasa berasal dari bahasa Arab kha-ta-na yang berarti memotong. Sedangkan menurut istilah khitan memiliki artian memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol di atas vagina, disebut juga dengan klitoris.

Rosulullah SAW berdabda,

Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”. (HR.Muslim)

Tradisi khitan sendiri pertama kali dilakukan pada masa Nabi Ibrahim As. Dan Siti Hajar adalah wanita pertama yang dikhitan.

Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.” (QS Al Hajj: 78).

Dan inilah faedah dibalik keharusan seorang muslim khitan:

Khitan Mengendalikan Syahwat


Ibnu Qayyim Al jauziyah dalam bukunya Kado menyambut si buah hati menerangkan bahwa khitan itu mengendalikan syahwat. Laki-laki dan perempuan yang belum dikhitan mereka tidak merasakan kepuasaan saat bersetebuh (tidak terkendali nafsu syahwatnya). Sehingga mereka dijuluki sebagai Ibnu Al-Qulafa (anak dari kuluf) sebagai isyarat dari kekanak-kanakan.

Khitan Membersihkan


Khitan termasuk shibghah (celupan) karena mengandung unsur bersuci (thaharah), kebersihan (nadzafah), menghias diri, memperindah ciptaan, meminimalisir gejolak syahwat yang jika berlebihan akan menyerupai binatang.


Artikel pilihan : Bukankah Tak Boleh Menyerupai Pria, Lantas, Bolehkah Muslimah Mengenakan Celana Panjang?

Khitan Secara Medis Menyehatkan


Hasil penelitian di Sydney Medical School menemukan pria yang tidak sunat lebih berisiko terkena penyakit infeksi seperti uretra, infeksi saluran kemih, dan ginjal. Parahnya pria yang tidak sunat akan berisiko empat kali lipat terkena salah satu penyakit tersebut.

Penelitian yang dilakukan terhadap 407.902 orang, termasuk anak-anak maupun pria dewasa ini menyimpulkan bahwa khitan dapat memberikan perlindungan sepanjang hidup dan menurunkan risiko penyakit saluran kemih mencapai tiga kali lipat.

MasyaAllah, ternyata hal yang kita kira cukup tabu dan menyakitkan pada awalnya ini sangat mempunyai manfaat yang luar biasa. Sungguh selain makna ibadah yang ada, artian dalam kesehatan juga sangat membantu seseorang guna menjaga kebersihan dan juga mencegah dari berbagai macam keburukan yang ada. Bagaimana menurutmu?
Top