Sebelum Berbangga Diri, Sudahkah Engkau Mengakui Kebaikan Orang Lain?

Komentar

Karena pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang tak bisa lepas dari berusaha dan terus mencoba, maka dari itu ketika ada sebuah masalah yang datang, maka pertolongan Allah SWT yang diperantarakan oleh orang lain sangat diharapkan oleh seseorang tersebut. Namun dewasa kini, masih banyak orang yang berbangga diri karena mampu menolong dan meringankan beban orang lain.

Padahal, jika ditelisik lebih lanjut, orang yang membantu dan berbangga diri bukan karena berharap ridha dari Allah SWT bisa menjadikan bibit kesombongan walau sekecil apapun lho. Lantas, sudahkah engkau berani mengakui kebaikan orang lain hari ini?

Ulasan terkait : Anaknya Disuruh Shalat, Orang Tuanya Asik Nonton Sinetron? Jangan Lagi Ya!

Berani mengakui kebaikan orang lain adalah salah satu kunci penting dalam pergaulan kita dengan sesama manusia. Karena, ada tipe orang yang tidak bisa melihat orang lain lebih dari dirinya. Orang yang demikian namanya pendengki. Dengki adalah sifat yang sangat berbahaya. Seorang pendengki itu susah lihat orang lain senang dan senang lihat orang lain susah.

Orang yang demikian akan merugi karena habis pahala yang dimilikinya. Rosululloh Saw. bersabda, “Jauhi oleh kalian sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan bagaikan api menghabiskan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)

Allah SWT menciptakan orang lain punya kelebihan adalah supaya kita bisa belajar darinya. Allah takdirkan ada orang lain yang berjasa kepada kita adalah supaya kita bisa berterima kasih sehingga jadilah ladang pahala untuk kita. Karena berterima kasih kepada manusia merupakan bagian dari bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda,

Tidak termasuk bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud)


Ulasan terkait : Banyak yang Heran, Mengapa Nabi Khidir Tak Masuk Daftar 25 Nabi?

Sikap berani mengakui kebaikan orang lain adalah bentuk kerendahan hati dan akan menjauhkan diri kita dari kesombongan. Sikap ini juga akan memudahkan kita untuk menambah ilmu dari kelebihan dan kebaikan orang lain. Sedangkan tiada yang menjanjikan dari bertambahnya ilmu selain dari bertambahnya pintu-pintu kebaikan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang berani mengakui kelebihan orang lain sehingga kita bisa selalu terus belajar dan meningkatkan kualitas diri kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

(Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.)
Top