Saat Iblis Hendak Berdakwah dan Allah Pun Mengizinkannya


Kita telah mengenal iblis ataupun setan yang sudah jelas sekali menjadi musuh yang nyata bagi para manusia. Akan tetapi, bagaimana mungkin iblis ingin berdakwah kepada manusia dan Allah SWT memberikan izin kepadanya?

Allah SWT berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqoroh : 34)

Setelah Allah swt menciptakan Adam as maka Dia swt memerintahkan seluruh malaikat termasuk iblis untuk bersujud kepada Adam as bukan dengan sujud ibadah namun sebagai penghormatan kepadanya, menampakan kelebihannya dan sebagai bukti ketaatan mereka kepada Allah swt.

Ulasan terkait : Halo Dariku, Iblis yang Menemanimu, dan Selalu Membencimu! Dasar Kalian Bodoh

Seluruh malaikat mentaati perintah Allah swt dengan bersujud kepada Adam as kecuali iblis dikarenakan kengganannya menjalankan perintah-Nya dan kesombongannya. Perbuatannya ini menjadikannya keluar dari ketaatan kepada Allah swt dan menjadikannya sebagai makhluk Allah pertama yang kafir kepada-Nya.

Adapun makna iblis—menurut Abu Ja’far—menggunakan pola if’iil dari kata al iblaas yaitu putus asa dari kebaikan, penyesalan dan kesedihan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata,”Iblis berarti yang telah Allah jadikan dirinya berputus asa dari seluruh kebaikan dan menjadikannya setan yang terkutuk dan mendapatkan siksa dikarenakan kemaksiatannya.” (Tafsir Ath Thobari juz I hal 509).

Maka ketika itu, saat ada perintah Allah agar bersujud kepada Adam a.s, semuanya bersujud kecuali hanya seorang. Ialah Iblis Ar-Rojiim, karena kesombongan dan elakannya kepada Allah.

Engkau menciptakan ku dari api, dan sementara ia (Adam) diciptakan dari tanah.” kata Iblis.

Diusirlah ia oleh Allah, Ar-Rojiim ‘terkutuk’ adalah landih yang ia dapatkan.

Tapi ada satu permintaan yang ia berikan kepada Allah,

Ya Allah, tangguhkanlah aku sampai hari kiamat.

Allah pun menggubris permintaan tersebut. Maka telah menjadi keputusan Allah bahwa Iblis akan terus hidup sampai hari kiamat, sebagaimana para malaikat. Setelah dikabulkan permintaannnya, Iblis menjelaskan alasannya yaitu supaya bisa menyesatkan anak keturunan Adam dari masa ke masa, sehingga setiap anak keturunan Adam pasti mendapat godaan dari Iblis atau bala tentaranya yaitu para Setan dari kalangan Jin dan manusia.


Ulasan terkait : Karena Setan Inilah yang Mendampingi Kita Seumur Hidup! Benarkah Demikian?

Iblis berjanji di hadapan Allah bahwasannya dia akan menjerusmuskan manusia ke dalam maksiat dengan segala kemampuannya, dia akan mendatangi manusia dari arah depan, belakang, kanan dan kiri dan bawah. Semua usaha penyesatan akan Iblis lakukan supaya anak keturuan adam tidak bersyukur kepada Allah, jauh dari shalat, tidak suka mengingat Allah, terjerumus ke dalam kesyirikan dan menjadi temannya di neraka Jahannam. Namun Iblis mengakui sendiri bahwa ia tidak akan mampu mengalahkan hamba Allah yang berakhlak mulia dan bertakwa.

Tapi seribu tapi, sampai sekarang yang disayangkan adalah syarat tambahannya kepada Allah, yaitu godaannya kepada anak Adam hingga hari kiamat agar menjadi pengikutnya ke neraka nanti, memenuhi neraka dengan golongannya.

Oleh karena itulah harus menjadi kehati-hatian untuk kita, bahwasannya godaan Iblis tersebut sangat banyak sekali. Dari berbagai penjuru akan menghampiri kita para manusia. Na’udzu billaah. Ternyata bukan Allah SWT tega dengan mengizinkan iblis untuk menyesatkan kita. Namun lebih dari itu, itulah kasih sayang-Nya untuk setiap manusia agar lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta, agar tak ada lagi iblis ataupun bangsanya yang ingin memecah belah dan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.

Semoga saja Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita, agar iblis yang hanya ingin memperalat kita untuk menemani mereka di neraka bisa dihalau dengan iman, serta taqwa kita semua kepada Allah SWT.
Top