Saat Banyak Orang Kecewa Pada Agamanya dan Berbondong-bondong Jadi Mualaf!


Sedari kecil kita sudah diajarkan oleh orang tua kita tentang apa yang akan kita imani dan keyakinan apa yang hendak kita anut sampai nanti ajal menjemput. Kita diajarkan untuk mengenal Tuhan, dan pada akhrirnya bagaimana cara untuk beribadah yang benar, dan itupun dari orang tua yang memang juga sudah diajarkan seperti itu oleh orang tua mereka atau kakek dan nenek kita.

Baca juga : Halo Dariku, Kenangan yang Menjadi Tempat Penyimpan Hidupmu

Akan tetapi di lain cerita, banyak orang yang masih bingung dengan jalan keyakinan yang mereka ambil. Sehingga banyak sekali yang ragu dan pada akhirnya hanya mengikuti arus yang ada. Sungguh miris memang, namun jika memang Allah SWT sudah berkehendak untuk menyentil hati seseorang tersebut dan memberikan hidayah, dimana tiada seorang pun yang bisa berpaling dari hal tersebut.

Siapa pun tak bisa menyangkal bahwa Hidayah itu bisa menghampiri siapa saja. Bila yang Maha Membolak-balikan Hati telah berkehendak, maka siapapun yang ingin mengenal betul dan berkeyakinan kuat tentang Islam, adalah sesuatu kemudahan dan karunia besar yang diterimanya. Itulah yang kini dialami warga Austria.

Sebuah catatan resmi menunjukkan pemeluk Islam meningkat dramatis di Austria, salah satu negara Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Demikian laporan Press TV. Banyak orang Kristen di Austria menyatakan kecewa dan kehilangan imannya. Dilaporkan skandal seksual yang berulang kali terjadi di Gereja Katolik sangat berpengaruh dalam perpindahan agama mereka.

Kami melihat manusia memiliki kerinduan spiritual. Mereka merasakan ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan mereka. ” Kata Mr Bagajati, seorang seorang mualaf Austria.

Austria adalah negara Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Katolik, yakni sekitar 8 juta penduduk. Mereka memiliki akar sejarah yang kuat dan mendalam dalam agama Kristen. Kebanyakan warga non-Muslim Eropa selalu menyaksikan gambar jelek dan mengerikan tentang Islam yang disajikan Barat, terutama dalam hal-hal yang berbau fundamentalisme.


Baca juga : Merasa Menjadi Anak Shaleh? Ternyata Ini Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua!

Mr Bagajati sendiri percaya bahwa saat ini adalah waktu yang cocok bagi Islam untuk menunjukkan sifat damainya pada non-Muslim. Saat PBB menyatakan keprihatinannya tentang peningkatan diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok agama tertentu.

Diperkirakan hampir setengah juta orang Kristen Austria telah memeluk agama Islam sejak dua tahun lalu. Menurut berita yang beredar jumlah itu masih akan terus meningkat. Sekali lagi, itulah hidayah, walaupun begitu gencarnya Barat memprovokasi banyak orang tentang Islam, namun ketika hidayah itu hadir maka tak seorangpun dapat menghalanginya. (Sumber : Islampos)
Top