Penyebab Diabetes Menyerang Orang yang Bertubuh Kurus


mabruukjaya.com

Siapa bilang orang bertubuh kurus tidak rentan terkena penyakit? Memang orang dengan tubuh gemuk dan berat badan berlebih, lebih mudah beresiko terkena penyakit.

Namun meski memiliki tubuh yang ramping, tidak menjamin seseorang aman terhindar dari penyakit. Setiap orang bisa dengan mudah terjangkit penyakit jika tidak menganut pola hidup sehat.

Salah satu penyakit yang sangat mudah menyerang siapa saja adalah diabetes. Terlalu sering mengonsumsi makanan manis bisa memicu penyakit ini. Dan kebanyakan mereka yang mempunyai badan berlebih atau obesitas sangat mudah terkena diabetes terutama diabetes tipe 2.

Sebuah studi yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan bahwa orang-orang yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman manis seperti soda atau teh manis setiap harinya memiliki 18 persen peningkatan risiko terkena penyakit. Para peneliti mencapai perkiraan tersebut dengan mengumpulkan data dari 17 studi yang diterbitkan sebelumnya, yang mana telah mengevaluasi hubungan antara minuman manis dengan risiko diabetes.

Glucometer, alat untuk mengukur gula darah. (Foto: Thinkstock)

Setelah dugaan tersebut dibuktikan, peneliti menemukan bahwa orang bertubuh kurus atau yang memiliki berat badan normal juga bisa dikaitkan dengan diabetes. Hal ini hanya berlaku bagi mereka yang sering mengonsumsi minuman manis minimal satu jenis minuman per hari, maka peningkatan risiko terkena diabetes akan melonjak sebesar 13 persen.

Pernyataan peneliti Fumiaki Imamura pun mendukung studi tersebut. "Bahkan jika orang-orang yang bertubuh kurus namun mereka selalu mengonsumsi minuman manis memiliki kemungkinan lebih besar terkena diabetes tipe 2,” ucap Fumiaki Imamura, seorang peneliti dari University of Cambridge School of Clinical Medicine dilansir kumparan.com.

Menurut para peneliti, hubungan antara minuman manis dan diabetes adalah konkret adanya. Peneliti mengatakan bahwa mereka memahami mekanisme biologis tentang bagaimana gula yang terlalu banyak dikonusmsi dapat memengaruhi kerja sistem endokrin dalam tubuh. Jadi, mereka yang bertubuh langsing pun mempunyai kemungkinan terkena diabetes.

Konsumsi soda bisa menyebabkan diabetes. (Foto: Thinkstock)

Sebelumnya telah diberitakan, perusahaan soda terbesar termasuk Coca-Cola dan Pepsi telah setuju untuk memasarkan lebih banyak minuman yang rendah kalori. Namun, hal ini tidak menunjukkan bahwa minuman soda ini dapat memberi keuntungan bagi kesehatan tubuh.

Diet soda pun sempat diperbincangkan, namun penelitian lebih lanjut belum benar-benar bisa membuktikan jika diet ini bagus untuk kesehatan.

Peneliti yang ikut serta dalam penelitian ini memperkirakan jika warga Amerika menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman manis, maka sebanyak 2 juta kasus diabetes dapat dicegah pada tahun 2020 kelak.
Top