Muslimah, Ingin Mendapatkan Perhatian Dari Sang Suami, Lakukan Hal Ini

Komentar


Sahabat, sungguh menjadi sebuah kenikmatan yang tiada tara mana kala suasana dalam rumah tangga kita menenangkan dan menyenangkan. Antara suami dan istri melaksanakan hak dan kewajibannya dengan baik.

Kebutuhan emosional mereka terpenuhi dengan baik, dengan landasan Rabbani, yakni ketika suami istri mengaitkan tiap perkara dengan hukum Allah, baik berupa perintah maupun larangan-Nya. Berikut ini jurus mencuri perhatian suami, simak selengkapnya.

1. Ajukan pertanyaan yang sesuai

Kadang ketika istri ingin membicarakan tentang sesuatu kepada suami tercinta, respon yang di dapat kurang baik. Ini karena suami tidak tertarik dengan apa yang mau dibicarakan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berbicara kepada suami.

-Kenapa suami mau berbicara?

-Tentang apa dia berbicara?

-Dalam  rangka apa dia harus berdiskusi?

-Pembicaraan ini akan mengarah kemana?

Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam berbicara?

2. Ketika suami diam maka hormatilah

Pernah ya,  sahabat ketika kita bertanya kemudian suami kita hanya diam, padahal diamnya suami itu, ia telah mendengar dengan baik dan berfikir untuk berbicara dengan hasil akhir yang baik. Tanggapilah diamnya suami seperti itu dan mengertilah.

3. Menerima kekurangan suami dalam mengekspresikan emosinya

Lelaki itu makhluk yang sensitif, akan tetapi mereka tidak belajar bagaimana mengekspresikannya dengan kata-kata, beda dengan wanita, jadi jangan paksakan suami kita berlaku sama dengan istri.

BACA JUGA : Cara Sederhana Yang Dapat Dilakukan Sang Istri Untuk Bersyukur Kepada Suami

4. Jangan suka memotong pembicaraannya

Ketika suami berbicara ia akan fokus terhadap apa yang dia bicarakan, ia tidak mau mengekspresikan rasa takutnya, supaya di depan istrinya ia kelihatan kuat. Maka dengarkanlah dengan baik, sampai suami kita selesai berbicara.

5. Pegang dan sentuhlah

Tidak semua yang terjadi atau suami lakukan, harus dibicarakan dan diaatasi  pada waktu itu, alih-alih mau meluruskan yang terjadi justru menambah masalah. Ketika tindakan suami penuh emosi, peganglah tangannya dan tatap matanya dan tersenyumlah, tidak usah berbicara untuk menasihati atau meluruskan.

6. Terbukalah dan terus terang

Ketika menginginkan sesuatu, jangan gunakan bahasa yang berbelit-belit, dan menguji kepekaan perasaan suami. Sebagai pasangan suami istri masing-masing kita pasti mengenal karakter pasangan kita, jadi hindari kata-kata untuk menguji sesuatu.

7. Bantulah dengan memberikan dukungan

Agar suami dapat komunikatif dan sudi untuk menjadikan anda sebagai tempat curhat, hendaknya seorang istri  memberikan respek dan kepercayaan terhadap kemampuannya. Percayailah apa yang diucapkan dan yang paling penting adalah suami kita tahu bahwa kita sebagai istri telah memberikan semua kepercayaan itu kepadanya.
Top