Mobil Terobos Razia Polisi Hingga Satu Keluarga Diberondong Peluru 1 Tewas



Mobil Honda City warna hitam Nopol BG 1488 ON berisikan 8 orang masih sekeluarga diberondong peluru polisi. Kenapa mobil tersebut hindari razia?

Pertanyaan inilah yang masih menyita perhatian publik.

Kenapa mobil tersebut harus hindari razia polisi hingga hampir menabrak petugas dan pengguna jalan saat itu?

Polisi tentu curiga dan mengejar karena dikhawatirkan dalam mobil berisi komplotan penjahat yang nantinya membahayakan masyarakat.

Drama tersebut berakhir sedih, sekeluarga luka-luka terkena tembakan dan seorang di antaranya tewas.
Lalu apa alasan sopir hingga nekat melarikan diri dengan mobil berisi satu keluarga, melarikan mobil dari razia kepolisian?



Hal inilah yang sedang diselidiki pihak kepolisian.

Seperti dikutip dari situs resmi milik kepolisian yakni Tribratanews.polri.go.id, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan terkait hal tersebut.

”Saat ini polisi masih mendalami tentang motif mengapa tidak berhenti dan melarikan diri saat dihentikan dalam razia," ujarnya, Selasa

Apakah ini alasan sopir nekat melarikan diri dari razia lantara mobil yang digunakan tidak terdaftar?
"Hasil pengecekan ke samsat kendaraan (Honda City)  tidak terdaftar,” terang Rikwanto.

Belum diketahui apakah hanya alasan tersebut sopir nekat melarikan diri dari razia atau alasan lainnya.
Polisi masih mendalami dan menyelidikinya.

Razia gabungan

Awalnya jajaran Polres Lubuklinggau menggelar razia gabungan.

Menurut Rikwanto  pengemudi mobil sedan melaju arah Mesat seni menuju Bandara Silampari, ketika hendak di berhentikan mobil tidak mau berhenti dan mencoba menabrak anggota yang sedang melakukan razia.

“Melihat gelagat yang tidak baik tersebut anggota mengambil inisiatif untuk mengejar. Setibanya di Jalan SMB II Kelurahan Margamulya ada anggota polres Lubuk Linggau yang mengejar dan melakukan penembakan peringatan ke atas udara sebanyak 3 x tembakan, ” katanya.

Namun mobil tetap melaju dan yang terjadi kemudian polisi melakukan pengejaran gunakan Mobil Mitshubishi Kuda Patroli Lantas.

Tampak beberapa bekas tembakan di bagian belakang mobil Honda City dan di bagian kaca mobil juga ada bolong bekas tembakan dan kacanya pecah.

Selain itu, kaca di bagian penumpang samping kanan mobil Honda City itu juga pecah, diduga juga karena tembakan.

Pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.

‎"Pertama saya dengar ada empat kali suara tembakan. Lalu saya keluar dari dalam kantor dan melihat ada mobil sedan warna hitam didepan agak ke samping kanan kantor dalam posisi terjepit mobil lain dari depan dan belakang. Kemudian ada dua suara tembakan lagi," ungkap sumber Sripo diwawancarai di lokasi usai kejadian.



Satu tewas

Akibat peristiwa nahas ini 1 korban meninggal dunia sempat dilarikan ke rumah sakit Sobirin.

Adapun identitas korban yang mengalami luka tembak berada di RS Sobirin yaitu :

1. Dewi Erlina (40) tertembak bahu kiri atas, alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kec.Sindang Kelingi Kab.Rejang Lebong

2. Novianti ( 30) Pundak kanan Irt Alamat Rt.09 Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau.

3. Genta (2) tertembak kepala bagian samping kiri (tembes) anak dari ibu novianti.
Seorang Pria Ditembak Mati di Bandara setelah Merebut Senjata Tentara.

4. Surini ( 54) Meninggal Dunia tertembak sebanyak 3 x bagian dada (Ortu Sdri.Dewi Erlina) alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong.

5. Indra (33) tertembak leher bagian depan (Kritis) (Adik kandung Sdri.Dewi Herlina) alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong.

6. Diki (30) Sopir tertembak bagian perut kiri. Alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong. 
Top