Meski Orang Tua Sudah Tiada, 7 Kewajiban Anak Ini Harus Terlaksana

Setiap yang hidup pasti akan mati, begitu juga kita, keluarga kita dan juga orang tua kita. Sebagai seorang anak, kita haruslah berbakti kepada kedua orang tua. Tatkala mereka hidup dan begitu juga saat mereka sudah tiada.



BACA JUGA: Orang Tua Kembali Digugat Oleh Anak Kandungnya Sendiri, Kali Ini Sebesar 10M!

Meski sudah berbeda dunia, kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya tidak boleh berhenti. Apalagi  7 kewajiban anak ini, seperti yang dikutip dari satumedia.

1. Mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya

Hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan, tidak boleh ditunda-tunda. Mungkin kita dapat menundanya untuk waktu yang tidak terlalu lama.

2. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala)

Istighfar ini ditujukan untuk mereka berdua, karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka.

3. Menunaikan janji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi 

Janji semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat, dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka. Sebab, pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan.

4. Memuliakan teman atau sahabat dekat kedua orang tua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal,” (HR. Muslim).

5. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang ingin menyambung silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya, maka sambunglah tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal,” (HR. Ibnu Hibban).

6. Mendoakan kedua orangtua

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat, b) amal jariyah, c) anak sholeh yang mendoakan keduanya.

Pengertian anak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung, tetapi juga anak tiri, anak angkat, atau anak muslim. Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal, maka tentu saja orangtua harus menunaikan kewajibannya sebagai orangtua. Bukankah ketika kita berdoa, kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri, orangtua dan kaum muslimin.

7. Membayarkan hutang-hutang keduanya

Kewajiban anak pada orangtua yang terakhir adalah dengan menunaikan hutang yang dimiliki orangtuanya semasa hidup dan harus segera dibayar ketika mampu. Tidak boleh ditunda-tunda. Oleh sebab itu, jika kita mengetahui orangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu.

Sudah menjalani salah satu, atau bvahkan semuanya? Jika belum, mungkin bisa dicoba mulai dari sekarang.
Top