Kronologi Tertembaknya 6 Orang Terduga Teroris di Tuban

Komentar

Sindonews.com

Polisi menduga pelaku penembakan pada polisi Satlantas Polres Tuban adalah terduga teroris. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, memaparkan kronologi tertembaknya enam terduga teroris di Tuban. Menurutnya, para pelaku berhasil “dilumpuhkan” setelah terjadi kotak tembak di ladang jagung selama hampir lima jam.

Penembakan pada polisi ini terjadi berselang setelah aksi penggerebekan terduga teroris di Lamongan, Jawa Timur. Perwira polisi berpangkat bintang dua itu menyebut, aksi teror yang sebelumnya dilancarkan oleh anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu, dengan menembaki pos polisi di Pereng, Jati Peteng, merupakan aksi balas dendam, karena tak menerima penangkapan dua rekannya di Lamongan oleh tim Densus 88.

Sekitar 400 personel polisi Polda Jawa Timur langsung diterjunkan ke tempat terjadinya baku tembak antara polisi dan terduga teroris di area perkebunan di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur.

“Keenam pelaku ini ada hubungannya dengan dua terduga teroris yang ditangkap di Lamongan,” ungkap Irjen Pol Machfud Arifin, saat menggelar keterangan pers di halaman Polres Tuban, Sabtu (8/4/2017) malam.

Menurutnya, keterkaitan para pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dibuktikan dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan di mobil yang dikendarai para pelaku.

“Iya, mereka termasuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Karena ketiga pelaku yang ditangkap Densus 88 di Paciran, Lamongan kemarin itu, termasuk tokoh JAD,” bebernya.

Dia menuturkan, saat itu, enam pelaku mengendarai mobil rental APV warna putih Nopol H 9037 BZ dari arah barat. Setelah berputar balik, mobil menepi di pos polisi Pereng, Jati Peteng.

Pelaku yang duduk di jok tengah dan kursi depan sebelah kiri mengeluarkan pistol dan menembak tiga kali ke pos polisi.

Baca Juga: Akhirnya Amerika Serang Suriah, Sebagai Aksi Balas Dendam Serangan Gas Beracun

Semula, Aiput Yudi yang berjaga di Pos, menduga pengendara mobil tersebut mau bertanya. Namun setelah melihat moncong senjata api, seketika ia mendorong temannya, Aiptu Tata, untuk berlindung dari tembakan.

Usai menembak, para pelaku kabur ke arah timur. Aiptu Yudi langsung mengontak Kasatlantas, dan melaporkan penembakan tersebut.

Empat anggota polisi Polsek Jenu, setelah mendapat laporan, bergegas melakukan penyisiran. Mengetahui kedatangan polisi, para pelaku masuk ke dalam SBPU dan memutar arah ke barat.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara anggota polisi dan pelaku. Polisi berupaya menghentikan laju mobil mereka dengan cara menabraknya, hingga mereka terhenti di tepi jalan dan kabur ke ladang milik warga di desa setempat,” terang Irjen Pol Machfud Arifin.

Sempat terjadi kontak tembak di ladang jagung selama hampir lima jam, hingga polisi berhasil menembak mati keenam pelaku.

“Lima orang diketahui tidak ada identitas. Untuk satu pelaku yang mamakai baju hijau diketahui mempunyai paspor bernama Satria Adi Tama (19) domisili di Semarang,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku, pihaknya mengamankan enam pucuk senjata api rakitan. Polisi juga menyita dua senpi jenis Bareta, yang digunakan para pelaku menyerang pos polisi.

“Kami juga menyita satu unit mobil Terios Nopol H 9037 BZ yang disewa pelaku di Semarang, lima unit ponsel, satu paspor, satu handy talk, dua kitab dan satu kotak amunisi,” tandasnya.
Top