Kronologi Lengkap Kekejaman Petugas, Menyeret Penumpang United Airlines Keluar Hingga Berdarah-Darah

Komentar

channelnewsasia.com

Kejadian tak terpuji viral di media sosial dari facebook hingga twitter. Peristiwa viral itu dialami oleh seorang penumpang pria yang diseret keluar dari kabin pesawat maskapai AS, United Airlines.

Sontak video yang hingga hari ini telah dilihat 18 juta kali itu mendapat kecaman keras netizen kepada United Airlines. Apa yang sebenarnya terjadi?

Seorang penumpang pria diseret dari tempat duduknya dengan paksa. Saat ditarik dengan keras, terlihat kepalanya membentur sandaran tangan di kursi.

Beberapa penumpang wanita hanya bisa berteriak. "Ya Tuhan..., Ya Tuhan...". Karena tindakan petugas itu sungguh diluar batas seperti memperlakukan seorang penjahat.

Seorang penumpang perempuan mengecam tindakan itu. Ia berkata bukan seperti itu cara memperlakukan seorang customer.

"Ya Tuhan. Apa yang kalian lakukan? Ini tidak benar. Bukan seperti ini caranya. Lihat, kalian melukai mulutnya," ujar seorang penumpang perempuan dalam video itu.

Petugas itu tak menggubris dan terus menyeret penumpang pria itu.

Petugas itu kemudian dengan santainya menyeret pria tersebut melalui lorong kabin pesawat, membawanya keluar. Sang pria nampak tidak berdaya dan terlihat darah di mulutnya.

Penumpang pesawat pun histeris melihat perlakuan yang dialami oleh penumpang tersebut. Ada yang mengatakan penumpang pria ini sudah dipukul dengan keras sebelumnya, karena itu ia mengeluarkan darah dari hidungnya. Dan penumpang pria itupun terlihat ketakutan dan bingung.



Berikut video yang menjengkelkan tersebut,


Alasannya 'Overbook'. Jadi tanda tanya apakah kesalahan itu dari penumpang?

Mengutip Kompas.com, pada Senin (10/4/2017) lalu, United Airlines penerbangan 3411 yang melayani rute Chicago - Louisville, dikatakan overbook, kondisi di mana jumlah penumpang dalam penerbangan lebih banyak dari jumlah kursi yang tersedia.


Praktik overbook atau menjual tiket melebihi kapasitas kursi pesawat, memang lazim diterapkan oleh maskapai. Pada hari-H penerbangan, seringkali penumpang tidak muncul karena terlambat check-in atau alasan lain.

Namun, dalam penerbangan 3411 United Airlines, kasus yang sebenarnya terjadi ternyata bukan overbooked. Melainkan, maskapai tersebut mendadak harus menerbangkan extracrew (kru tambahan) ke Louisville.

Kru baru (pilot, kopilot, awak kabin) yang akan dikirim tersebut dibutuhkan di Louisville untuk menggantikan kru sebelumnya yang "terdampar" di sana, setelah penerbangannya mengalami keterlambatan (delay). Ada aturan yang membatasi jumah jam kerja kru penerbangan. Oleh karena itu, dibutuhkan kru baru.

Penerbangan yang delay di Louisville tersebut juga harus segera berangkat karena banyak penumpang yang "terdampar" tidak bisa terbang di sana.

Karena harus mengirim empat kru pengganti (statusnya harus terbang saat itu juga (must-ride), bukan kru siaga (standby)), maka United harus menurunkan empat penumpang dari penerbangan 3411.

Manajemen United Airlines awalnya meminta empat penumpang untuk secara sukarela turun dari pesawat dan terbang keesokan harinya.

Sebagai kompensasi, maskapai menyediakan uang tunai 800 dolar AS dan menginap semalam di sebuah hotel. Namun, tak ada yang menanggapi tawaran tersebut.

United Airlines kemudian melakukan pemilihan acak dengan menggunakan komputer. Tiga orang menerima tawaran itu tetapi satu orang menolak.

Akibat penolakan, petugas dari kepolisian udara Chicago masuk ke kabin dan memaksa pria yang menolak itu untuk turun dari pesawat, hingga menyeretnya.
Top