Ketika Usia Bertambah Tapi Amal Segitu Saja, Apa Tidak Malu?

Komentar

Jika kita bicarakan masalah amal, memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahkan amal itu merupakan suatu yang lumrah yang tidak bisa kita pisahkan dalam hidup ini. karena berbagai Amalan sudah dimulai sejak nabi Adam turun ke bumi ini. Amal juga bisa dikaitkan dengan watak kita. Watak jika diulas kembali maka akan berjalan dengan usia, dimana usia tua pastilah akan mempunyai banyak sekali amalan baik sebagai investasi akhirat nanti. Merupakan penyesalan, usia bertambah tetapi amal tidak bertambah. Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

قال ابن مسعود  ما ندمت على شيء ندمى على يوم غربت شمسه نقص فيه أجلى ولم يزد فيه عملي

Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.”

Makin tua seharusnya sudah siap-siap menghadapi kematian bukan semakin tamak dengan dunia. Tanda-tanda sudah ada:

Baca juga : Sebelum Berbangga Diri, Sudahkah Engkau Mengakui Kebaikan Orang Lain?

  • Rambut mulai memutih: tinggalkanlah dunia hitam jika digeluti selama ini
  • Badan mulai membungkuk: Hentikan membusungkan dada dan mendongakkan kepala karena sombong

Kematian sudah hampir mendekat dan menghancurkan kelezatan dunia yang selama ini membuat lalai akan akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ

Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian

Khusus bagi mereka yang sudah mendekati usia 60 tahun maka ada himbauan khusus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻋْﺬَﺭَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺃَﺧَّﺮَ ﺃَﺟَﻠَﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺑَﻠَّﻐَﻪُ ﺳِﺘِّﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔ
ً
Allah telah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga mencapai usia 60 tahun.

Maksudnya adalah umur 60 tahun seharusnya tidak bisa menjadi udzur lagi yaitu beralasan masih punya umur untuk menunda melakukan kebaikan dan menunda bertaubat, karena umur 60 tahun sudah sangat dekat dengan kematian.


Baca juga : Anaknya Disuruh Shalat, Orang Tuanya Asik Nonton Sinetron? Jangan Lagi Ya!

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

ﻭَﺍﻟْﻤَﻌْﻨَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺒْﻖَ ﻟَﻪُ ﺍﻋْﺘِﺬَﺍﺭٌ ﻛَﺄَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻮْ ﻣُﺪَّ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺟَﻞِ ﻟَﻔَﻌَﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺑِﻪ

Makna hadits yaitu tidak tersisa lagi udzur/alasan  misalnya berkata, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.

MasyaAllah, ketika banyak sekali orang-orang yang masih bergelut pada dunia karena menganggap dirinya masih mempunyai waktu, maka ingatlah bahwa hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Bahkan jodoh pun masih kalah jauh dibandingkan hal itu.

Semoga saja Allah SWT selalu membuka pintu hati kita, bahkan sebelum umur senja sekalipun kita sudah mempunyai banyak bekal dan persiapan untuk kehidupan yang lebih abadi lagi kelak di akhirat.
Top