Karena Suara Halus dari Tumbuhan Itu adalah Dzikir! Benarkah Demikian?

Komentar

Jika manusia menggunakan berbagai kosakata dan juga suara untuk berbicara, sama halnya dengan binatang yang menggunakan auman ataupun kicauan untuk berkomunikasi. Lantas bagaimana dengan tumbuhan? Bukankah ia juga makhluk hidup? Sebuah kenyataan yang mencenangkan yakni bahwa tumbuhan juga bisa berkomunikasi dengan suara halus yang tak bisa di dengar oleh manusia, bahkan suara halus tersebut ternyata adalah dzikir.

Sekelompok ilmuwan yang tengah mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Penelitian ilmiah ini diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Baca juga : Dalam Bentuk Apa Sebenarnya Jawaban Istikharah Itu, Benarkah Lewat Mimpi?

Para ilmuwan yang selama hampir 3 tahun meneliti fenomena tersebut ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah), dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa melihat denyutan cahaya elektrik yang berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.

Prof. William Brown yang memimpin para ilmuwan dalam mengkaji fenomena tersebut mengatakan bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal, sang profesor mengaku bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian itu ke universitas-universitas dan pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, namun mereka semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena tersebut, bahkan semuanya tercengang karena tidak tahu harus berkomentar apa.

Fenomena tersebut kemudian dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Inggris, yang kebetulan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari diadakan penelitian, ternyata mereka pun angkat tangan. Karena tidak ada yang sanggup mengungkap, sang ilmuwan muslim pun mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu!

Sontak para ilmuwan yang hadir saat itu meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari fenomena tersebut.

Sang ilmuwan muslim pun segera mengambil firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “…Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra`: 44).

Tidaklah suara denyutan halus yang terdengat dari rumput tersebut melainkan lafazh jalallah (nama Allah Subhanahu wa Ta’ala) sebagaimana tampak dalam layar. Seketika, keheningan dan keheranan yang luar biasa memenuhi aula di mana ilmuwan muslim tersebut berbicara.

Maha suci Allah Subhanahu wa Ta’ala atas salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini. Atas kehendaknya, segala sesuatu di dunia ini bertasbih mengagungkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akhirnya, profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan kitab dari agama ini. Maka ilmuwan muslim itu pun menerangkan kepada sang profesor tentang Islam, ia juga memberikan hadiah Al-Qur`an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya.


Baca juga : Sering Jadi Pertanyaan, Mengapa Muslim Harus Khitan?

Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Al-Qur`an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya!

Kemuliaan hanyalah ada pada agama Allah SWT yakni agama Islam. Dimana di dalamnya terdapat jawaban dari semua pertanyaan dan misteri di dunia ini. Hanya bagi mereka yang berpikir, maka Allah akan membukakan jawabannya. Maka dari itu, ketika hewan dan tumbuhan saja bertasbih kepada Allah SWT, bagaimana dengan kita?
Top