Kabar Baik Bagi Kamu yang Jerawatan, Kini ada Terobosan Baru Vaksin Anti Jerawat

Komentar

via wajibbaca.com

Memang sih jerawat bukan penyakit yang dianggap terlalu berbahaya. Nggak bikin badan meriang dan nggak perlu minum obat tiga kali sehari.

Tapi saat dapat pertanyaan sindiran,
"Wajahmu kok parah banget jerawatnya"

Mak Jleb. Padahal dalam hati, sudah susah payah berobat. Bertahun-tahun dokter kulit dimana-mana didatangi dan berapapun harga resepnya tetap dibeli.

Kesel nggak sih?

Ya begitu, maklum! Penampilan bisa jadi faktor penting untuk rasa percaya diri. Yah selain nyut-nyutan dan nyeri kalau kena matahari, pasti malas ‘kan ketemu orang dengan jerawat besar di jidat? Apalagi kena pertanyaan seperti tadi.

Tapi lagi-lagi teknologi bikin kita tercengang. Sesuai dengan prinsipnya memudahkan pekerjaan manusia, teknologi memberikan solusi.

Dikutip dari Hipwee.com, bila dulu vaksin hanya untuk penyakit-penyakit yang sifatnya mewabah seperti cacar, flu, dan polio, sebentar lagi akan ada vaksin anti-jerawat.

Wah! Bila berhasil, bukan mustahil kamu akan disuntik vaksin sejak bayi, sehingga saat dewasa wajah bisa mulus dan bebas dari jerawat-jerawat bandel.

Faktanya ilmuwan belum bisa menemukan penyebab pasti jerawat nongol di wajah

Bisa dialami siapa saja via msicoach.com

Jerawat adalah hal yang bisa dialami semua orang. Nggak pandang gender, apalagi pekerjaan. Katanya jerawat bisa muncul karena hormon di masa puber. Tapi faktanya orang yang sudah lama melewati masa pubernya pun bisa menderita jerawat.

Well, memang hingga saat ini ilmuwan belum bisa menemukan satu penyebab pasti jerawat muncul di wajah. Biasanya jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh sel kulit mati, kotoran, dan sebum (sisa-sisa kelenjar minyak).

Ada banyak faktor yang mempengaruhi, seperti hormon, kotoran di wajah, infeksi bakteri, iritasi karena kosmetik, bahkan stres. Jadi tiap kasus orang pasti berbeda-beda, makanya susah ditemukan solusi yang sama untuk semua orang.

Saat ini para peneliti fokus mencari pencegahan dari dalam alias mencari antibodi. Kini riset antibodi anti-jerawat ini hampir rampung

Vaksin sudah otw via au.be.yahoo.com

Dilansir dari The Independent, ilmuwan dari University of California berhasil menemukan antibodi yang bisa menghilangkan efek negatif bakteri penyebab jerawat, yaitu Propionibacterium Acne atau kita sebut P. Acne saja.

Saat pori-pori kulit tertutup oleh hal-hal tadi, P. Acne bisa menyebabkan inflamasi yang menciptakan jerawat-jerawat besar di dahimu. Umumnya bakteri ini nggak dianggap berbahaya, karena memang seumur hidup tinggal di lapisan kulit kita.

Baca Juga: Karena Allah yang Menjamin, Rezeki akan Selalu Cukup untuk Hidup Tapi Tidak untuk Gaya Hidup

Selain itu, menurut beberapa pakar kesehatan, sampai batas-batas tertentu, P. Acne lumayan berguna untuk tubuh karena bisa menangkal virus yang masuk melalui kulit.

Jadi penemuan antibiotik ilmuwan itu ditujukan untuk mengatasi protein jahat penyebab inflamasi yang ditinggalkan P. Acne di kulit kita.

Kalau ini berhasil, berarti P. Acne bisa tetap tinggal di kulit tanpa menciptakan jerawat yang mengganggu.

Meski terkesan sepele, jerawat ini nggak bisa dianggap remeh. Di Inggris, 20% dari penderita jerawat parah sempat terkena depresi dan berpikir untuk bunuh diri

Jerawat bisa berdampak psikologis via tanyadok.com

Jerawat menjadi penting karena keterkaitannya dengan rasa percaya diri. Terutama jerawat banyak diderita oleh orang dalam rentang usia 11-30 tahun.

Di usia-usia itu kita memang sedang aktif-aktifnya. Bertemu banyak orang, menjalin relasi, cari teman, dan mungkin cari pacar. Dengan jerawat yang bermunculan di wajah sedikit banyak mempengaruhi rasa percaya diri untuk bisa bersosialisasi, sehingga nggak jarang menimbulkan tekanan. Seperti penelitian yang dirilis oleh British Skin Fondation, ada 20% penderita jerawat sempat terpikir untuk bunuh diri.

Bila vaksin ini benar bisa dipakai manusia, yang nggak bahagia jelas industri kosmetik. Krim-krim jerawat nggak diperlukan lagi

Krim jerawat tak laku lagi via pgpku.blogspot.com

Saat ini, vaksin baru diujicoba ke sampel jaringan kulit yang dikumpulkan peneliti dari jerawat-jerawat pasien. Hasilnya sudah lumayan bagus.

Dengan beragam perbaikan dan penyempurnaan, para ilmuwan sebentar lagi yakin bisa menguji coba vaksin ini kepada manusia. Bila hasilnya juga konsisten positif seperti tahap sebelumnya, industri perawatan wajah bisa-bisa gulung tikar.

Krim-krim anti jerawat nggak diperlukan lagi. Karena bisa saja seperti vaksin TBC, campak, dan polio, cukup disuntikkan satu kali saat masih kecil dan bisa mencegah terjadinya jerawat hingga dewasa nanti.

Penemuan ini mungkin memang tak sepenting menemukan vaksin dari penyakit mematikan yang tiap tahunnya membunuh banyak orang seperti HIV atau kanker.

Tapi bagi penderita jerawat akut yang telah mencoba semua perawatan dan obat jerawat terbaru yang harganya hingga jutaan rupiah, vaksin ini bagai keajaiban yang dinanti dalam hidup mereka.

Seenggaknya, lumayan mengurangi satu beban pikiran karena nggak perlu repot-repot menutupi jerawat. Ya nggak?
Top