Jangan Sampai Gadget-mu Jadi Borgol Setan yang Nyata! Memang Tuhan Sudah Ganti Ya?


Di era sekarang ini, apa yang tidak bisa diusahakan oleh setiap manusia di dunia? Mulai dari sistem transportasi yang semakin maju, banyaknya alternatif untuk memudahkan pekerjaan manusia, hingga canggihnya gadget masa kini yang bahkan setiap bulan fitur dan produk baru senantiasa dirilis. Berbicara mengenai gadget, menjadi sebuah pertanyaan untuk manusia sekarang yang seakan sangat bergantung kepada alat ciptaan tersebut.

Baca juga : Sungguh Tepat di Muka, Tak Tahukah Dirimu Setan Tengah Berada Disitu?

Mengapa masih banyak sekali orang yang rela membela gadgetnya dibandingkan ibadah yang harusnya ia jalani setiap hari?

Ya, memang benar karena masih banyak orang yang lebih memilih untuk mengutak-atik gadget mereka, terlebih lagi memanjakan ponsel daripada mempergunakan sedikit waktu dan tenaga untuk beribadah kepada Allah SWT.  Ah, apa Tuhan telah berganti menjadi berbentuk persegi panjang yang selalu kalian mainkan itu? Jika memang benar, ya silahkan saja teruskan. Tapi jika salah, kenapa benda tersebut lebih penting dari semua amal kebaikan yang harus kalian jalankan?

Begitu banyak tanda tanya yang terjadi, dimana masih pantaskah kita semua menyepelekan sumber kehidupan kita hanya untuk hal-hal yang bisa saja dilakukan kapanpun dan dimana saja. Oleh karena itulah, berikut ini beberapa renungan untuk kalian yang masih merasa bahwa gadget itu lebih penting daripada beribadah dan mencari ridha Allah SWT untuk menggapai surga-Nya.

1. Antara pulsa dan sedekah


2. Kitab media sosial dan Al-Qur'an


3. Bolak-balik buka Bluetooth tapi malas bersujud


4. Jarak jauh apa malas bertemu?


5. Shalat bentar, charge hp lama



Baca juga : Ternyata Islam Memperbolehkan Bicara Ketika Makan! Bukankah Tidak Sopan?

6. Selalu merasa kurang, tak adil bukan?


7. Banyak yang masih begini


8. Ya gimana, biasanya ngantuk atau sibuk?


Marilah kawan kita kembali ke awal, dimana ibadah menjadi kewajiban utama, bukan gadget dan sosial media. Sekarang tinggal kita memilih, akankah teknologi informasi kita manfaatkan dengan benar sehingga bisa menjadi sumber pahala atau menjadi sumber dosa untuk kita.


Top