Jangan Sampai Bocorkan 6 Hal Ini Kepada Anakmu Nanti, Apalagi Nomor 5 yang Paling Penting

Sebagai orang tua, anak merupakan tanggung jawab yang pasti dipertanggung jawabkan kelak. Apalagi seorang wanita yang akan menjadi ibu nantinya. Merekalah yang menjaga, melahirkan dan mengajarkan banyak hal kepada anaknya.



Sebagai ibu, wanita juga harus pandai-pandai menjaga rahasia. Apalagi kepada anaknya. karena ada hal yang perlu mereka tahi dan ada juga yang tidak boleh untuk mereka ketahui. Seperti 6 hal ini harus tetap menjadi rahasia dan tidak seharusnya diberitahukan kepada anak, seperti yang dikutip dari hipwee.

1. Jangan diiming-imingi junkfoot, Jangan juga ditakut-takuti makan sayur


Nggak ada yang bisa menolak kelezatan junk food. Mau apapun jenis makanannya, pasti banyak yang suka. Tapi, karena kalau keseringan mengonsumsinya juga nggak baik, kamu harus menahan makan di depan anak-anak atau menceritakan kenikmatan makanan super enak itu ke anak-anakmu nanti. Apalagi saat mereka masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa. Daripada nanti keturunanmu jadi pecandu berat makanan instan, lebih baik tahan ya untuk nggak pamer ke mereka.

Jangan juga menakut-nakuti dan memaksa dengan cara yang berlebihan untuk bisa makan sayur. Apalagi memberi tahu dampak buruk tidak mengkonsumsinya. Lebih baik ceritakan apa saja manfaat sayur untuk tubuh kita.

2. Rasa Malas bekerja kok diberi tahukan kepada anak


Serajin-rajinnya kamu membersihkan rumah, pasti ada saatnya kamu lagi malas. Bukan cuma bersihkan rumah saja, tapi juga malas masak dan hal lainnya. Karena orangtua adalah contoh bagi anak-anak, maka sebaiknya kamu menahan rasa malas tersebut saat ada anak-anak ya. Misalnya ada yang bertanya Mama kok nggak menyapu rumah? , jawablah dengan Iya nanti, ini mau ngerjain yang lain dulu . Hehe..

3. Rasa sakit ketika melahirkan jangan diceritakan


Momen paling membahagiakan sekaligus mengharukan sebagai seorang wanita adalah ketika kamu melahirkan. Ya, itu jadi momen tak terlupakan seumur hidupmu. Rasa sakit ketika kontraksi tiada duanya. Hal itu tanpa disadari sering kamu ungkapkan ke banyak orang ketika sedang membicarakan proses kelahiran. Nah, kalau kamu punya anak perempuan, lebih baik cari kata-kata halus untuk menceritakannya supaya nggak bikin mereka sampai takut jadi seorang ibu. Karena kalau tidak, anak perempuan kamu bisa jadi penakut dan nggak mau punya anak. Begitupun kepada anak lelakimu yang bisa jadi merasa kamu itu nggak ikhlas melahirkannya karena selalu menceritakan betapa rasa sakitmu ketika melahirkan dia.

4. Jangan terlalu memanjakan dan mengkhawatirkan anak


Sebagai orangtua kamu akan punya rasa khawatir terhadap mereka. Hal itu sangat wajar dan anak-anakpun pasti mengerti akan kekhawatiranmu. Tapi, kalau kamu terlalu menghawatirkan dan mengungkapkannya ke mereka, yang ada anak-anak kamu jadi jengah dan nggak betah berada di dekatmu. Rasa khawatir berlebihan itu jadi bikin mereka takut mau melakukan apapun dan pergi ke manapun.

5. Jangan mengeluh ke mereka pas kamu dan suami lagi susah uang


Biasanya, dalam hidup berumah tangga akan ada masa di mana kamu dan suami berada pada kondisi ekonomi sulit, dompet tipis, kantong cekak, tabungan pun mungkin tak ada. Saat itu muncul, cobalah untuk tidak mengeluh di depan anak-anak. Mereka memang berhak tahu soal kondisi keluarga yang keuangannya lagi susah, tapi cobalah dengan cara berbeda. Misalnya nggak membelikan mereka mainan baru. Lalu ketika mereka bertanya ‘Kenapa tidak belikan mainan?’ kamu jawab Sekarang kita berhemat dulu ya, Nak. Nanti kalau tabungan mama sudah cukup, kita beli mainan itu, ya’.

6. Tidurnya seorang anak adalah waktu orang tua istirahat. Tapi jangan sampai bocor jika gak mau dianggap ‘orang tua pemalas’

Melihat anak tidur adalah kenikmatan dunia, karena jadi bisa istirahat setelahnya. Tapi, nggak usah sampai diceritakan ke mereka juga kalau nggak mau dianggap ‘nggak suka mengurus anak’


Mengurus anak ketika masih kecil memang bikin lelah, terutama kalau anakmu sangat aktif. Oleh karena itu, saat mereka lagi tidur kamu bakal senang banget karena akhirnya bisa istirahat. Nah, hal seperti ini sebaiknya jangan diceritakan ya karena kamu nanti dianggap nggak ikhlas mengurus mereka. Atau kamu memang dianggap seorang ibu yang malas bermain sama mereka ketika masih kecil.

Nah jangan sampai mereka tahu hal-hal diatas, apalagi anak yang masih kecil. Karena saat mereka dewasa pasti akan tahu dengan sendirinya.
Top