Jangan Melanggar Batas Shalat Fardhu 5 Waktu Berikut ini, Agar Kita Tak Digolongkan Kaum Munafik


via sudahdishare.blogspot.com

Salah satu ibadah yang hukumnya wajib dilakukan setiap muslim dalam keadaan apapun adalah shalat fardhu 5 waktu. Karena itu shalat dirujuk sebagai tiang agama yang harus selalu ditegakkan.

Shalat fardhu yang merupakan rukun Islam nomor dua ini terdiri dari shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib dan shalat isya. Selain itu juga terdapat amalan-amalan shalat sunnah lain yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Shalat 5 waktu wajib dikerjakan oleh semua umat Islam yang sudah memenuhi syarat syarat wajib sholat.

Pengerjaan shalat wajib juga harus memenuhi rukun-rukun dan syarat syah shalat agar ibadah kita sempurna. Pun demikian dalam pengerjaan shalat lima waktu juga telah diatur dalam Al-Qur’an dan juga As Sunnah (hadits) mengenai waktunya.

ARTIKEL PILIHAN
- Karena Allah yang Menjamin, Rezeki akan Selalu Cukup untuk Hidup Tapi Tidak untuk Gaya Hidup
- Setiap Manusia Mempunyai JIN PENDAMPING "Qorin"?
- Seorang Ibu Harus Bisa Mengajarkan 8 Hal ini Kepada Anak Laki-Laki Mereka
- Sering Terbangun Tengah Malam? Baca ini, Dijamin Hati Jadi Tenang Karena Doa Kita Dijamin Terkabul

Hal ini telah diperjelas secara rinci dalam hadits Nabi Muhammad SAW, karena itu sebisa mungkin segera jalankan sholat setelah masuk waktu shalat dan tidak menunda-nundanya.

“Sesungguhnya shalat itu memiliki awal dan akhir waktu.

Awal waktu shalat zhuhur adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya adalah ketika masuk waktu ashar.

Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk waktunya dan akhir waktunya saat matahari menguning.

Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.

Awal waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya adalah pertengahan malam. 

Awal waktu shalat fajar adalah ketika terbit fajar dan akhir waktunya saat matahari terbit.” (HR. At-Tirmidzi no. 151 dan selainnya. Asy-Syaikh Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Sanad hadits ini shahih di atas syarat Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim).

Dishahihkan oleh Ibnu Hazm, namun oleh Al-Bukhari dan selainnya disebutkan bahwa hadits ini mursal.

Pernyataan ini dibantah oleh Ibnu Hazm dan selainnya. Dalam hal ini Ibnu Hazm benar, terlebih lagi hadits ini memiliki syahid dari hadits Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma.” (Ats-Tsamarul Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, 1/56 dan Ash-Shahihah no. 1696)

Berikut batasan-batasan awal dan akhir waktu sholat wajib lima waktu yang dijelaskan dari hadist Rasulullah dikutip dari muslimklopedia.blogspot.co.id,

Waktu Shalat Subuh
Shalat Subuh dilakukan dua rakaat. Waktu mulainya sholat subuh dimulai dari terbitnya fajar kedua sampai terbitnya matahari. Fajar kedua yang dimaksud yaitu munculnya cahaya putih yang membentang di ufuk timur.

Waktu Shalat Dzuhur
Shalat Dzuhur dilakukan empat rakaat. Waktu mulainya sholat dzuhur dimulai saat matahari telah melewati tengah-tengah langit hingga panjang bayangan sesuatu sama dengan tingginya.

Jika matahari makin naik, maka bayangan benda akan semakin pendek hingga matahari condong ke barat. Dan setelah itu bayangan akan kembali memanjang saat matahari condong ke arah barat, maka waktu shalat dzuhur telah masuk.

Dan jika bayangannya kembali memanjang dan sama dengan panjang objek, maka waktu sholat dzuhur telah berakhir.

Waktu Shalat Ashar
Shalat Ashar dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat ashar dimulai ketika panjang bayangan sesuatu sama dengan objek sampai matahari menguning atau memerah saat matahari terbenam.

Waktu Shalat Maghrib
Shalat Maghrib dilakukan tiga rakaat. Waktu mulainya shalat maghrib dimulai ketika terbenamnya matahari hingga hilangnya syafaq. Adapun maksud dari syafaq adalah cahaya kemerah-merahan yang muncul di langit.

Waktu Shalat Isya
Shalat Isya dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat isya dimulai ketika hilangnya syafaq dan kemudian berakhir hingga waktu menunjukkan tengah malam, bukan hingga menjelang imsyak.

Sebagai tambahan penyemangat kita agar dapat shalat fardhu di awal waktu.
“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Semoga bisa menjadi pedoman kita untuk senantiasa menegakkan waktu shalat agar ibadah kita istiqomah. Karena amalan pertama yang akan dipertanyakan di hari perhitungan kelak adalah shalat kita. Jadi semoga kita menjadi umat Rasulullah yang hidup dalam ibadah yang selalu istiqomah dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Top