Jangan Iri Mesranya Drama Korea! Karena Romantis yang Sebenarnya Yaitu...


Pernah melihat sebuah drama dimana cinta bisa bersemi saat pandangan pertama? Kemudian cinta yang terbalas akan disambut dengan hubungan layaknya suami istri. Ah, sungguh jika membayangkannya akan membuat siapapun merona.

Saat berjalan tiba-tiba kaki tersandung, buku yang dibawa kemudian jatuh berserakan, dan saat terjatuh itu tiba-tiba hadir seseorang yang akan membantu mengambil buku itu. Hingga, ia tersenyum sesaat setelah membantu kita. Kemudian musik bernada cinta diputarkan. Apakah itu hal yang menurut kita romantis? Sebenarnya itu hanyalah sebuah fiktif yang sering kita lihat dalam drama-drama Korea populer. Tidak seluruhnya benar dalam menggambarkan keromantisan.

Baca juga : Ketika Ternyata Salah Menikah, Jangan Menyesal dan Simak Hal Ini Baik-baik!

Lalu bagaimana romantis itu? Seorang Muslim akan mengalami hal romantis setelah dirinya mengucap janji suci dalam ijab qobul pernikahan. Kenapa demikian? Karena romantis setelah menikah itu adalah berkah yang menjadi pahala seorang Muslim dalam menyempurnakan setengah agamanya.

Romantis itu…

Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya, “Sayang… bangun… saatnya shalat malam.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

Romantis itu…

Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan Shubuh, sayang…” lalu sang suami mengambil wudhu dan melangkah ke masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi menjadi orang yang paling beruntung (dua rakaat shalat fajar) lebih baik dari dunia seisinya.

Romantis itu …

Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja ya, sayang… Bawakan kami rezeki yang halal dan jauhilah sejauh-jauhnya perkara yang haram….”

Romantis itu …

Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan diwaktu dhuha: “Ya allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki yang halal dan berkah dari-Mu.”

Romantis itu …

Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara, mungkin hari lainnya dengan pesan singkat atau chatt mesra, “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu”. Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sampingku.”

Romantis itu …

Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.


Baca juga : Anak Dituntut Tahu Amalan untuk Orang Tua yang Sudah Tiada Ini!

Romantis itu …

Ketika suami mengucap salam setibanya di rumah, sang istri menjawab salamnya disambung mencium tangan, dan mengecup kening serta pipi bergantian. Bertukar senyum saling mendoakan.

Romantis itu …

Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan senyum merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.
Top