Islam Memang Banyak Aturannya Biar Manusia Nggak Kebablasan, Mau Sembuh saja Harus Nelan Pahitnya Obat



Saat sakit tentunya hal yang sangat tidak enak, salah satu penyebab sakit adalah gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tidak sehat ini karena tak mau berpegang pada kebersihan, dan kedisiplinan dalam mengkonsumsi makanan.

Tapi untungnya meski sudah sakit jika bukan sakit yang terlalu parah, masih bisa diobati tapi ya harus mau nelan rasa pahit obat, atau kalau nggak dengan cara operasi untuk sakit-sakit tertentu dan harus mau menahan sakitnya setelah operasi.

Kira-kira begitulah agama, barang siapa yang taat (bergaya hidup sehat) akan selamat, namun jika terlanjur (gaya hidupnya tak teratur) jatuh pada jurang kenistaan dan kemaksiatan (sakit), agama masih menerima taubat seseorang (masih ada obat jika sakit).

Mudah bukan penggambaranya?

Itulah mengapa Islam harus banyak aturannya, karena hal itu hanya untuk menjaga agar manusia lebih bermartabat sebagai khalifah dibumi, maka jangan sekali-kali merasa terbebani dengan peraturan Allah yang telah ditetapkan dalam islam, karena tanpa arahan dan aturan tentu hidup kita layaknya seperti binatang, yang tak tahu menahu tentang yang haq dan yang bathil.

Islam menjaga ketinggian martabat manusia, sehingga seluruh bagian hidup manusiapun diatur sangat detail dengan tujuan agar hidup manusia dapat menjadi hidup yang memiliki makna dan berarti.

Manusia Diarahkan Oleh Aturan Islam Agar Ia Tahu Tanggung Jawabnya Sebagai Khalifah Dibumi

Kita sudah ditunjukkan jalan yang lurus dakwatuna.com

Manusia diarahkan oleh Allah dalam aturannya yang ditetapkan dalam islam tak lain hanya untuk menjadikan manusia itu lebih bisa bertanggung jawab sebagai khalifah dibumi-Nya.

Karena manusia akan menjadi satu-satunya hamba Allah yang sangat mulia, saat ia mampu menjaga kehambaannya kepada Allah dengan melaksanakan fungsinya sebagai kahalifah dibumi.

Mengapa Harus Diarahkan? Karena Manusia Allah Ciptakan Dengan Akal Dan Nafsu

Agama memberikan aturan (pagar) agar kita tak keluar dari kebenaran via National Geograpic

Dan mengapa manusia harus diarahkan? Karena manusia Allah ciptakan dengan akal dan nafsu, sebab dengan akal dan nafsu itulah ketinggian martabat kita sebagai manusia dapat diukur melalui seberapa taat kita mengikuti arahan Allah dalam menghamba pada-Nya.

Baca Juga: Ada yang Mengatakan Muslim Tak Bermoral Karena Melegalkan Poligami, Simak Jawaban Telak Dr. Zakir Naik

Mengapa Harus Diatur? Karena Manusia Banyak Maunya, Jika Dibiarkan Maka Akan Lupa Caranya Bersyukur

Jangan mengeluh via Cyber Dakwah

Lalu mengapa manusia harus juga diatur? Karena manusia banyak maunya, sebab jika manusia dibiarkan berlaku seadanya dan semaunya maka sudah tentu kita akan lupa caranya bersyukur. Kita tidak akan pernah merasa cukup menikmati apa-apa yang telah Allah tetapkan dan anugerahkan kepada kita.

Manusia Posisinya Akan Lebih Tinggi Dari Makhluq Allah Yang Lainnya Jika Ia Mampu Mentaati Aturan Yang Allah Tetapkan Dalam Islam

Manusia dikaruniai akal dan pikiran via Data Rental

Manusia posisinya akan lebih tinggi dari makhluq Allah yang lainnya jika ia mampu mentaati aturan yang telah Allah tetapkan dalam islam, sebab manusia ini unik, letak keunikannya dimana?

Yaitu karena Allah ciptakan manusia dengan akal dan nafsu, maka dari itu jika manusia benar-benar menjalankan fungsinya sebagai khalifah dibumi, manusia bisa jadi akan lebih tinggi derajatnya dari para malaikat.

Buktinya, ketika Nabi AS diciptakan sebagai manusia pertama dibumi semua penduduk semesta dusuruh sujud padanya, sampai malaikat yang diciptakan sucipun tetap ikut bersujud, kecuali iblis yang bersikokoh tidak mau bersujud kepadanya.

Manusia Posisinya Akan Lebih Rendah Dari Binatang Saat Ia Tidak Bisa Menjaga Tanggung Jawabnya

Manusia tak ubahnya hewan via Tribunews

Dan manusia posisinya akan lebih rendah dari binatang saat ia tidak bisa menjaga tanggung jawabnya sebagai khalifah dibumi, sebab yang menjadikan manusia berbeda degan makhluq Allah lainnya hanyalah keimanan dan ketaatannya dalam mengendalikan nafsu dan akal yang ia miliki.
Top