Hindari..!!! Inilah Efek Buruk Pertengkaran Pasutri Bagi Tumbuh Kembang Buah Hati

Komentar


Pernahkah bertengkar dengan pasangan hidup? Entah persoalan besar atau hanya hal sepele, sebaiknya sebisa mungkin menghindari percekcokan mulut, apalagi jika istri sedang hamil atau pasutri telah memiliki anak.

Karena efek pertengkaran ini sangat buruk untuk masa depan pernikahan dan masa depan anak-anak pula. Berikut ini beberapa di antaranya:

1.Ancam Kerusakan Otak pada Janin

Apabila sang anak itu masih dalam kandungan, maka dampaknya bisa lebih parah, karena tidak hanya membuat mereka menjadi seorang yang emosional, tapi juga bisa mengalami kerusakan otak atau gangguan neurotik pula.

Masalah ini, lanjutnya, disebabkan indera pertama yang ada dalam janin adalah indera pendengaran.
Selain itu, emosi seorang ibu juga mempengaruhi tumbuh-kembang janin.

Oleh karena itu, tidak disarankan seorang ayah dan ibu untuk mengucapkan kata-kata kotor saat masa kehamilan.

2.Pertengkaran yang diketahui oleh anak akan menyebabkan masalah psikologis pada anak

Efek dari pertengkaran pasutri di hadapan anak sungguh berbahaya, anak bisa mengalami trauma, ketakutan, dan juga memiliki rasa minder atau kesulitan bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

3.Untuk pasutri sendiri, pertengkaran dapat memunculkan rasa sakit hati

Ketika bertengkar, biasanya seseorang akan mencoba melakukan cara apapun untuk mengalahkan lawan tengkarnya, entah itu dengan mengucapkan kata-kata kasar, mengungkap keburukan-keburukan pasangan selama ini, dan membiarkan hal-hal yang biasanya terpendam menjadi meledak.

BACA JUGA : Hati Hati, 4 Hal Sepele Ini Sangat Mudah Menyulut Percerain Rumah Tangga

Tentu saja efeknya akan diterima oleh pasutri itu sendiri, akan ada rasa sakit hati, kehilangan kepercayaan terhadap pasangan, ketakutan, kebencian, dan emosi-emosi negatif lainnya yang semestinya tidak ada di antara suami-istri.

4.Mengancam keretakan rumah tangga

Pertengkaran yang terlalu sering dan intens akan mengancam keretakan dalam rumah tangga, sudah pasti perceraian bisa menjadi alternatif yang dipikirkan oleh masing-masing pihak.

Oleh karena itu penting untuk pasutri menguasai kemampuan meredam kemarahan, baik kemarahan diri sendiri maupun kemarahan pasangan hidup. Jika salah satu saja bisa mengalah dan mau menahan diri, maka pertengkaran bisa dihindarkan.

Sahabat, sesekali bertengkar sebenarnya tidak mengapa, terkadang malah bisa menambah cinta antar pasutri jika pertengkaran dilandasi oleh rasa cinta dan ingin mengubah rumahtangga menjadi lebih baik.

Akan tetapi, pertengkaran sebenarnya bukanlah solusi yang baik untuk memperbaiki sifat pasutri atau masalah rumah tangga, oleh karena itu sebisa mungkin hindarilah pertengkaran antar pasutri dan biasakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih dewasa.
Top