Hati-Hati "Tikung Menikung" Lewat Sosial Media, Segera Kenali Penyebabnya

Komentar



Sahabat, di zaman yang semuanya bisa diperoleh lewat satu genggaman melalui gadget ini apapun bisa dilakukan dan terjadi. Keperluan hidup dari aktivitas pagi hari setelah bangun tidur hingga malam hari kembali tidurpun dapat dengan mudah diperoleh lewat online shop.

Berbagai informasi dan kebutuhan juga bisa didapatkan lewat aplikasi. Teman lama dari masa kecil, sekolah, kuliah, dan teman baru juga bisa ditemui. Hingga keberadaan kita juga bisa diketahui di seluruh dunia lewat tempat yang kita singgahi atau foto yang dibagian. Semuanya cukup mudah, hanya lewat gadget yang kita punya. Maka istilah "menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh" benar adanya.

Sosial media adalah bentuk nyata kita dapat kembali berinteraksi dengan semua orang, baik yang baru ataupun yang lama sudah kita kenal. Kitapun dapat mengungkapkan, menuliskan apa saja yang kita rasakan lewat akun pribadi kita, sedih, gembira, berbagi tawa dan nasehat kepada teman kita.

Tapi tulisan yang kita sajikan lewat chat juga status bisa diartikan berbeda oleh yang membacanya, karena bagaimanapun juga tulisan menghadirkan imajinasi dan persepsi berbeda dari yang membacanya, kita tidak bisa memaksa pembaca sama persepsinya dengan kita, karena memang tulisan tak bersuara. Kita juga tidak bisa memastikan orang yang di dunia maya sama dengan di dunia nyata karakternya.

Sahabat, dengan perbedaan persepsi sebuah tulisan dan ketidakjelasan karakter orang yang kita kenal di sosial media menyebabkan banyak kejadian yang tidak bisa diduga, salah satunya adalah tikung menikung akibat chat di sosial media tersebut. Lawan jenis yang saling berinteraksi dapat menimbulkan perasaan yang tak biasa akibat dari seringnya bercanda atau berinteraksi yang tidak pada tempatnya.

BACA JUGA : Curahkanlah Semua Masalahmu Dishalat Malam, Dan inilah Beberapa Cara Agar Rajin Shalat Malam

Hal-hal yang menyebabkan sebuah perselingkuhan (tikung menikung) hanya lewat chat sosial media bisa disebabkan oleh:

 1. Nyaman dengan lawan bicara. 

Ketika menemukan sebuah kenyamanan kepada teman atau lawan bicara di sosial media, maka dengan tanpa sadar kita bisa mengungkapkan apa saja dengan lepas, tanpa beban, merasa ada rasa bebas mencurahkan perasaan hingga tak ada rahasia lagi yang disimpan.

 2. Tidak mendapatkan hal yang sama dari pasangan. 

Saat menemukan hal berbeda dari teman sosial media kita dan tidak bisa didapatkan dari pasangan kita, maka saat itulah kita membiarkan diri semakin menikmati sebuah kedekatan dengan teman kita yang jelas sekali bukan mahrom dan jika terus dibiarkan tentu saja akan menjerumuskan perasaan sendiri.

 3. Menemukan karakter berbeda. 

Karakter memang susah untuk diubah, menemukan karakter yang berbeda dengan pasangan akan menimbulkan sebuah imajinasi berbeda pula yang akan memainkan pola fikir  kita, "sepertinya karakternya pas dengan kita" hal inilah yang menyebabkan kita berfikir bahwa pasangan kita karakternya tidak pas. Padahal bisa jadi hanya emosi sesaat.

 4. Tidak menjadi diri sendiri. 

Saat menjadi  pribadi yang berbeda, maka saat itu pulalah sebuah kebohongan di sosial media menjadi sebuah kewajaran, kita bisa saja menutupi status pernikahan dan menyebabkan timbulnya simpati dari orang lain, bahkan lawan jenis.

 5. Tidak menjaga hati. 

"Hati-hati dengan hati" istilah ini memang benar, kitalah pemilik hati yang bisa menjaga hati dan perasaan kita meskipun di sosial media.

Sahabat, memang kita tidak bisa mengatur perasaan orang lain yang mengagumi kita, memberikan perhatian dan menyimpan perasaannya kepada kita, hal ini bisa terjadi dimana saja termasuk di sosial media. Tapi kitalah yang bisa mengendalikan diri dan hati kita, jangan sampai setan menguasainya, hingga kita dibiarkan untuk memaklumi hal yang meskipun jelas salah. Jangan sampai tragedi tikung menikung menjadi wajar, padahal jelas dilarang apalagi bagi yang sudah dalam ikatan pernikahan.

Sahabat, semoga kita menjadi bijak dalam berinteraksi lewat sosial media, tak perlu di ungkapkan semua yang kita rasakan termasuk masalah rumah tangga, tetap jaga komunikasi dengan pasangan kita dan jadilah diri sendiri yang apa adanya, jujur serta tidak mengada-ada yang memang tidak dimiliki. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dalam kebaikan.

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasadmu, dan tidak pula kepada bentukmu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu, kemudian menunjuk kedadanya dengan telunjuknya." (HR. Muslim, no. 2564)
Top