Hai Suamiku, Inilah Diriku yang Selalu Engkau Bandingkan dengan Dia, Si Wanita Muda


Wahai para suami, pernahkah dirimu memikirkan perasaan istrimu ini yang sering sekali engkau bandingkan dengan orang lain? Mungkin jika dirimu berdalih agar istrimu ini menuruti kemauanmu dengan menjadi lebih baik dari dia yang masih muda, maka itu terdengar cukup masuk akal karena memang tugas seorang istri salah satunya adalah menuruti kemauan suami asal masih pada jalan yang benar dan bukan untuk maksiat.

Baca juga : Jika Memang Dirimu Bertahan Akan Pria Mapan, Ini Dariku yang Miskin Harta Namun Tetap Bertaqwa!

Akan tetapi, lagi, bisakah engkau yang sangat ku cintai melongok ke dalam hatiku dan membaca semua hal yang kau bandingkan dengan orang tersebut? Wahai para suami, jangan pernah membandingkan istrimu dengan sesosok perempuan muda. Ini sangat tidak sangat tidak adil. Mengapa bisa begitu?

Wahai suamiku yang membandingkan istrimu dengan dia si wanita muda

Kuku perempuan muda itu lentik terawat. Istrimu , ibu dari anak-anak kamu, tak mungkin meruncing-runcingkan kuku, karena itu menyulitkan saat menyikat kamar mandi agar lantai tak licin biar anak-anak tidak jatuh. Membersihkan sudut-sudut bawah kompor, pojok pojok kulkas dan wastafel, agar rumah selalu bersih dan sehat.

Wahai suamiku yang membandingkan istrimu dengan dia si wanita muda

Jangan bandingkan dada istrimu dengan dada perempuan muda yang indah tegak menantang dunia. Tataplah anak-anakmu yang lincah berlarian, cerdas berbinar-binar, itu karena dada istrimu pernah bertahun-tahun lalu mengalirkan ASI, nutrisi terbaik kepada mereka, jadi akan sangat wajar jika dada istrimu ini sudah tak indah dan mengendur karena usia.

Wahai suamiku yang membandingkan istrimu dengan dia si wanita muda

Perempuan muda itu wangi berparfum merek terkenal. Sementara, punggung istrimu yang pegal karena menyetrika, pundaknya sakit karena menggendong ananda, tak cocok disemprot parfum mahal, lebih pas ditempeli koyo, minyak gosok cap kapak atau minyak tawon.


Baca juga : Seberapa Mampu Engkau Meminta? Jangan Berpuas Diri dan Teruslah Berharap!

Wahai suamiku yang membandingkan istrimu dengan dia si wanita muda

Bibir perempuan muda itu merekah, dengan warna lipstik yang serasi dengan blazer dan syal yang melilit leher putihnya. Pasti istrimu pernah terbersit untuk mengoleksi aneka warna, tapi melirik harganya, dua ratus ribu untuk sebatang lipstik, otak dan hatinya pasti berhitung. Dua ratus ribu? Bagaimana jika kiranya uang itu dibelikan garam dapur atau bawang merah, dua ratus ribu itu bisa lho untuk stok beberapa bulan.

Wahai suamiku yang membandingkan istrimu dengan dia si wanita muda

Sering-seringlah menatap bola mata istrimu, maka kamu akan menemukan telaga kasih sayang yang tak pernah mengering dihantam zaman. Sering-seringlah meninjau hati istrimu, hatinya satu, dan hanya diisi oleh cinta yang tumpah ruah pada keluarga yang tak pernah lapuk diterjang waktu.

(Sebuah tulisan indah dari seorang perempuan hebat yang ingin mengatakan kepada para pria di dunia yang telah mempunyai seseorang disisinya, dan inilah seorang istri yang mana dia rela mengorbankan kecantikan dan kemolekannya dikikis oleh waktu hanya untuk melihat keluarga kecilnya bahagia).
Top