Apapun yang Kita Minta Allah Tahu Mana yang Terbaik Untuk Kita Terima

Komentar
Tiada yang tahu apa saja selain Allah SWT. Allah SWT berfirman,

 هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, dan apa yang ke luar darinya, dan apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat, apa yang kamu kerjakan." – (QS.57:4)



BACA JUGA: Semakin Tinggi Ilmu Seorang Wanita, Semakin Sederhana Pula Penampilannya

Oleh karenanya, belajarlah untuk merima segala kehendak-Nya. Meski apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi percayalah, Allah Maha mengetahui apa yang tidak diketahui Umat-Nya.

Allah tahu betul apa yang tidak kita tahu, begitu juga apa yang terbaik buat kita. Disinilah kita dituntut untuk ikhlas dan bersyukur apa yang telah kita terima. Maka sudah tentu Allah akan memudahkan apa yang kita rasakan, walau pada awalnya hati sedikit terenyuh.

Bersabarlah dan ikhlas, Insya Allah semuanya akan mudah kita rasa. Meski terkadang sulit, tetapi saat hati selalu dibenahi untuk belajar bersabar dan ikhlas, maka tentu semuanya akan mudah dirasa oleh hati dan pikiran. Kata sulit itu takkan menjadikan hidup kita sulit, jika kita pandai mengajarkan hati untuk terus bersifat ikhlas dan bersabar.

Lalu apa yang harus dilakukan jika hati tetap tidak terima? Yaitu dengan cara teruslah berprasangka baik kepada takdir Allah, sadarilah bahwa takdir baik dan buruk yang telah Allah tetapkan kepada kita, banyak mengandung hikmah kehidupan.



Karena saat diri kita mampu untuk berprasangka baik kepada Allah, maka Allah pula akan menyentuh hati kita untuk sellau tenang. Sehingga, ketika ingin ataupun harapan yang kita rancang didalam doa yang kita panjatkan tak sesuai dengan kenyataan yang ada didepan mata, maka hati akan pandai berkata “Mungkin memang ini yang terbaik untukku”.

Dan saat hati sudah dengan begitu mudahnya bersifat tenang dengan segala ketentuan Allah, maka sudah tentu pula Allah akan menyentuh hati kita dengan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga sampai kapanpun, dimanapun, dan sesulit apapun kenyataan hidup yang kita hadapi takkan bisa membuat kita mungkir untuk bersyukur kepada-Nya.
Top