Anaknya Disuruh Shalat, Orang Tuanya Asik Nonton Sinetron? Jangan Lagi Ya!


Sebagi orang tua, biasanya yang sudah mantap mendidik anak adalah mereka yang memang punya tanggung jawab dan bukan untuk main-main. Anak merupakan titipan Allah SWT yang harus dijaga, juga termasuk investasi yang baik untuk orang tuanya. Bagaimana tidak, anak yang shaleh dan rajin akan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya, serta membuat bangga keluarganya.

Namun, masih banyak sekali anak yang tumbuh dengan sikap tak baik sehingga hal tersebut menjadi bumerang yang menyakitkan bagi orang di sekitarnya. Hal yang mencenangkan adalah, dari sekian penyebab kerusakan pada anak dan generasi muda, penyebab utamanya adalah kelalaian orang tua dalam mendidik anak mereka, sehingga ketika anak rusak, nakal atau tidak sesuai harapan.

Salah satunya adalah dengan tontonan yang biasanya dilihat oleh para orang tua, tanpa memilah terlebih dahulu baik tidaknya untuk anak. Janganlah orang tua menyalahkan orang lain baik guru di sekolah atau yang dianggap merusak dan mempengaruhi anaknya, akan tetapi segera orang tua intropeksi diri mereka.

Artikel pilihan : Masih Ingin Bermuka Dua? Siap Saja Terima Siksa Mengerikan Ini untuk Orang yang Munafik!

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan,

ﺍﻛﺜﺮ ﺍﻷﻭﻻﺩ ﺇﻧﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﻓﺴﺎﺩﻫﻢ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻵﺑﺎﺀ, ﻭﺇﻫﻤﺎﻟﻬﻢ, ﻭ ﺗﺮﻙ ﺗﻌﻠﻴﻤﻬﻢ ﻓﺮﺍﺋﺾ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺳﻨﻨﻪ, ﻓﻀﺎﻋﻮﻫﻢ ﺻﻐﺎﺭﺍ

Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena orangtua mereka, mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.”

Orang tua terlalu sibuk atau malas mendidik anak mereka, serta tidak mengawasi dengan siapa anak-anak bergaul yang bisa mempengaruhi anak-anak. Inilah menjadi penyebab rusaknya anak-anak dan generasi muda. Padahal anak-anak lahir dengan kepolosan dan di atas fitrah. Tidak ada yang lahir kemudian langsung nakal atau rusak akhlaknya.

Dua hal yang penting (dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan):


1. Orang Tua Harus Mengajarkan Dasar-dasar Ilmu Agama, Adab Islam dan Akhlak Mulia

Jika tidak ada dasar agama, anak bisa jadi sukses dunia tetapi tidak memperhatikan bakti kepada kedua orang tua dan mempunyai adab yang buruk atau menelantarkan orang tua ketika mereka di usia tua sebagaimana perkataan:

ﻳﺎﺃﺑﺖ, ﺇﻧﻚ ﻋﻘﻘﺘﻨﻲ ﺻﻐﻴﺮﺍ ﻓﻌﻘﻘﺘﻚ ﻛﺒﻴﺮﺍ, ﻭﺃﺿﻌﺘﻨﻲ ﻭﻟﺪﺍ ﻓﺄﺿﻌﺘﻚ ﺷﻴﺨﺎ

Wahai ayahku, sungguh engkau mendurhakaiku di waktu kecil maka aku pun mendurhakaimu dikala aku besar. Engkau menelantarkanku di waktu kecil maka aku terlantarkan engkau di kala tua nanti.

Sedangkan anak yang baik agamanya ia akan berusaha berbakti kepada orang tua mereka.

2. Orang Tua Harus Memperhatikan Baik-baik, Dengan Siapa Anak-anak Bergaul dan Lingkungannya


Sebagian orang tua kaget, anak mereka baik di rumah tetapi menjadi rusak di luar rumah. Karena orang tua tidak melarang atau mengarahkan ketika anak-anak mereka ketika berada di lingkungan yang buruk atau teman-teman yang buruk. Anak-anak dan manusia secara umum sangat cepat terpengaruh teman dan lingkungan mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

Seseorang akan sesuai dengan kebiasaan/sifat sahabatnya. Oleh karena itu, perhatikanlah siapa yang akan menjadi sahabat kalian ”.


Artikel pilihan : Banyak yang Heran, Mengapa Nabi Khidir Tak Masuk Daftar 25 Nabi?

Sangat Penting memperhatikan lingkungan dan pertemanan anak-anak kita. Hendaknya ayah sebagai kepala keluarga benar-benar memperhatikan hal ini. Intropeksi diri dan jauhi maksiat karena maksiat yang suami lakukan bisa berpengaruh buruk pada istri dan anak-anaknya.

Sebagian ulama berkata,

إن عصيت الله رأيت ذلك في خلق زوجتي و أهلي و دابتي

Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku, keluargaku dan anak-anakku serta hewan tungganganku.

Oleh karena itulah, sebagai orang tua yang harus selalu memantau perkembangan si buah hati, dan berharap kelak ia akan menjadi seorang pribadi baik, maka sudah seharusnya sebagai orang tua menjalankan apa yang Islam anjurkan untuk mengajarkan apa itu nilai-nilai kehidupan kepada mereka. Bagaimana ayah dan bunda, sudahkah menjadi orang tua bijak untuk si kecil?
Top