"Aku tidak menyesal membantu orang lain, yang aku kecewa adalah bantuanku salah sasaran"



Tak ada manusia di dunia ini yang dibiarkan oleh Allah tanpa melewati aral rintangan yang terjal, rasa duka dan sakit. Hingga berbagai perasaan tercampur didalamnya, mulai dari rasa bahagia, senang, cemburu, sedih dan kecewa.

Sebagai manusia kita memang dituntut untuk mau berinteraksi dengan orang lain disekitar kita. Dan orang-orang itu juga mempunyai watak sendiri-sendiri bahkan tidak terduga.

Ada yang benar-benar baik, ada yang pura-pura baik dan ada pula yang benar-benar tidak baik. Dari ketiga sifat itu yang paling berbahaya tentunya orang yang bermuka dua (pura-pura baik), di depan dia menunjukkan muka malaikat, tapi tidak segan menusuk dari belakang

Dalam kehidupanku, aku sering menemui itu. Namun, aku selalu percaya jika aku baik pada orang, maka suatu saat aku akan mendapatkan balasan dari kebaikan itu. Sayangnya ada banyak orang yang memanfaatkan kebaikan itu untuk menyakiti aku sendiri.

Sebenarnya aku tidak pernah menyesal menjadi seorang yang baik untuk memegang prinsip hidupku. Sayangnya, aku merasa menyesal saat tahu orang yang kuanggap baik dan kuperlakukan baik, akhirnya akan berusaha menyakitiku.

Dia Menggunakan Kebaikanku Untuk Menyakitiku
Aku berusaha hormat kepada semua orang, setiap bertemu aku berusaha untuk tersenyum, bertanya kabar dan memperlakukannya sebagai seorang teman baik.

Bahkan terkadang khawatir atau ikut sedih saat dia mendapatkan masalah. Sayangnya semua sikap itu dibalas dengan pengkhianatan untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Dia bahkan tak segan-segan menghalalkan segala cara hingga menfitnah orang lain. Dia memanfaatkan kepercayaan orang, untuk membuat orang lain membenciku. Namun ketika di depanku dia tetap bersikap manis dan seakan tidak pernah terjadi apa-apa.

Baca Juga: Yakinlah! Seseorang Bisa Meniru Usahamu, Tapi Mereka Tak Bisa Meniru Rezekimu

Dia Seakan Merasa Yang Menjadi yang Tersakiti dan Menjadi Korban
Dia mulai menyalahkanku atas semua penderitaan yang sekarang ini sedang dia rasakan, padahal aku tetap berusaha untuk bersikap baik kepadanya.

Namun, hanya karena telah mendapatkan apa yang dia mau dengan segala caranya yang nista, dia merasa aku berusaha merebut kembali, apa yang memang sudah seharusnya menjadi milikku.

Jujur saja, rasanya benar-benar konyol dan membingungkan. Dia seakan lupa bagaimana dia telah menyakiti dan menusukku dari belakang dengan segala fitnahannya dan tiba-tiba merasa bahwa dialah yang tersakiti dan menjadi korban. Dia benar-benar manusia tanpa malu pertama yang pernah kutemui dalam hidupku.

Jujur Saja, Aku Masih Berusaha Memaafkannya, Tapi Kebencian Mulai Menumpuk di Hatiku
Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha baik pada orang dan juga berusaha memaafkan tanpa ingin menyimpan dendam. Aku pun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meminta atau berdoa hal buruk pada orang yang menyakitiku itu.

Tapi jujur saja, aku pun bisa mempunyai rasa benci yang menumpuk dalam hatiku dan bisa muncul kapan saja, saat aku benar-benar tak tahan. Jika sekarang aku masih bersikap sabar, maka itu hanya untuk tetap menjaga harga diri dan tidak terpancing emosi yang akhirnya akan merugikanku sendiri.

Aku sudah sangat berusaha untuk tidak menyimpan dendam kepadanya, bahkan masih berusaha tersenyum dan menyapa saat tidak sengaja berjumpa.

Aku Hanya Mampu Mengeluh dan Menyampaikan Semua Rasa Sakit Hati Ini, Dalam Doa-Doaku Saja
Hanya kepada Tuhanku, aku bisa menyampaikan semua rasa sakit hati yang aku terima. Hanya kepada-Nyalah aku bisa mengeluh dan meminta pertolongan.

Meskipun begitu aku sebisa mungkin berusaha agar tidak meminta hal buruk saat berdoa. Aku hanya meminta kebahagiaan dan perlindungan untuk orang-orang yang senantiasa aku sayangi dan kurindukan dan semoga orang yang menyakitiku itu sadar apa yang sedang dia perbuat.

Namun, Aku Juga Tidak Akan Pernah Berhenti Menjadi Orang Yang Baik
Prinsip hidupku adalah melihat orang-orang yang kusayangi bahagia karena kebaikan yang aku lakukan. Meski dalam setiap kehidupan akan banyak orang yang menyakitiku, aku tidak akan menyesal dan berusaha untuk berbuat sebaik mungkin kepada mereka.

Aku akan tetap berusaha tersenyum dan menyapa saat bertemu dan berusaha membantu jika memang itu yang diperlukan. Tapi, akupun akan berdoa agar Tuhan juga mempertemukan aku dengan lebih banyak orang-orang baik yang menyayangiku dan menerimaku apa adanya.

Agar aku bisa terus termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dan tidak pernah merasa bahwa kebaikanku itu percuma.

Sumber: liprosol.blogspot.co.id
Top