4 Hal ini Menjadikan Murka Allah, Tapi Hanya dengan 1 Amalan ini Kita Bisa Meredamnya

Komentar

perpustakaan.blogspot.com

Manusia diciptakan di dunia tak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Waktu yang relatif singkat di bumi inipun kadang tak diperhatikan para manusia. Mereka lalai dari segala macam perintahNya dan selalu melanggar laranganNya. Mirisnya di zaman yang serba modern ini banyak hal-hal yang dilarang oleh Allah dianggap biasa oleh manusia bahkan sering sekali dilanggar.

Ada empat hal bila dirunut yang bisa membuat Allah murka pada hambanya dari hadis Nabi Muhammad SAW (HR. An Nasa’i dari Abu Hurairah) yakni:

Berikut dikutip dari kajianlagi.blogspot.co.id, hal-hal yang mendatangkan dosa besar, yang seringkali dilakukan manusia karena dianggap remeh.

Suka Bersumpah Saat Menjual Sesuatu
Sumpah disini adalah sumpah palsu hanya untuk menarik pelanggan dan percaya, kemudian membeli dagangannya, padahal banyak hal tak sesuai atau bersifat bohong dan hanya agar dagangannya laku.

Sudah Miskin tapi Sombong
Jika orang kaya sombong itu mungkin sudah biasa kita lihat dan dengar, karena orang yang kecenderungan menghamba harta akan menjadi sombong. Namun jika sombong dilakukan oleh orang miskin, itu namanya dua kali mengalami kerugian.

Seperti juga sebenarnya orang fakir sudah menjadi ahli surga karena kefakirannya, namun malah ia mengkafirkan orang lain dan menganggap hamba Allah selainnya adalah lebih buruk.

Tua - tua keladi, makin tua makin jadi (Orang Lanjut Usia yang Gemar Berzina)
Seharusnya orang yang lanjut usia menjadi lebih bijak dan menjadi panutan, lebih mendekatkan diri dengan amal-amal shaleh. Jika ia berperilaku sebaliknya maka murka Allah akan menyergapnya.

Semena-mena terhadap rakyat (Orang-orang yang dipimpin)
Menjadi kerugian jika diberi amanah oleh rakyat, malah berbuat jahat dan durhaka pada rakyatnya. Yakni penuh dzalim, tidak memikirkan rakyat yang kelaparan dan miskin, menumpuk harta kekayaan, mementingkan golongannya, poin terakhir ini sangat dimurkai Allah.



ARTIKEL PILIHAN
- Karena Allah yang Menjamin, Rezeki akan Selalu Cukup untuk Hidup Tapi Tidak untuk Gaya Hidup
- Setiap Manusia Mempunyai JIN PENDAMPING "Qorin"?
- Seorang Ibu Harus Bisa Mengajarkan 8 Hal ini Kepada Anak Laki-Laki Mereka
- Sering Terbangun Tengah Malam? Baca ini, Dijamin Hati Jadi Tenang Karena Doa Kita Dijamin Terkabul

Apakah seorang hamba memperoleh kesempatan untuk memperbaiki hal ini, hingga Allah tidak memurkainya? Ada. Dan ini kesempatan hamba untuk Redam Murka Allah dengan Amalan-amalan Ini yakni dengan satu langkah sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan siapa saja dengan tidak terpatok besarannya, yakni sedekah secara sembunyi-sembunyi. 

“Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb (Allah) tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani)

Mengenai sedekah secara sembunyi-sembunyi ini juga terlihat dalam Firman Allah:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271)

Redam Murka Allah dengan Amalan-amalan Ini dengan syarat jika memang ada niat bertobat dan tidak selalu mengulangi perbuatan yang sama. Jika melakukan keduanya secara bersama-sama secara terus menerus, tentu hal ini tetap saja akan mengundang murka Allah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat seorang hamba ingin melakukan sedekah, agar dapat diterima dan tentu akan Redam Murka Allah dengan Amalan-amalan Ini, yakni:

Ikhlas dalam bersedekah, yakni bersedekah hanya semata mencari ridha Allah, bukan karena riya’ dan ingin dikatakan sebagai seorang yang dermawan.

Tidak menunda-nunda, saat diberi rezeki. Seseorang jika menunggu cukup uang, atau mendapat rezeki yang banyak, baru bersedekah, tentu hal ini salah. karena sangat manusiawi seseorang itu pada dasarnya kikir. Jika tidak terbiasa bersedekah walau hanya mempunyai harta sedikit, maka akan sulit dan selalu menunda-nunda.

Mendahulukan mengeluarkan zakat wajib, daripada sedekah yang sunnah. Hal ini merupakan skala prioritas .

Bersedekah dari rezeki yang baik, bukan harta yang haram atau subhat atau bahkan memberikan barang yang buruk.

Sabda Nabi SAW, “Tidaklah seseorang bersedekah dengan harta yang baik, dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik-baik, melainkan Allah akan mengambil dengan tangan kanan-Nya. Jika itu berupa sebutir kurma, niscaya ia akan tumbuh di telapak tangan Allah SWT sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Sebagaimana seseorang di antara kamu menyemai benihnya atau memelihara anak unta,” (HR. Ahmad (II/538), an-Nasa-i (V/57), at-Tirmidzi (661) dan ia berkata “Hasan Shahih”. Dan Ibnu Majah (1842) dari Abu Hurairah ra).

Prioritas bagi kerabat, tetangga dan fakir miskin. Jangan sampai salah skala prioritas, atau memberikan pada orang yang lebih mampu. Utamakan yang terdekat dan fakir miskin.

Tidak ungkit-ungkit sedekah atau meminta kembali barang yang disedekahkan.  Sebaiknya ikhlas bersedekah, tidak diperbolehkan untuk mengungkit-ungkit atau meminta kembali, karena itu menandakan tidak ikhlas.

Merahasiakan sedekah. Baik orang yang menerima dan jumlahnya maupun merahasiakan jika sudah bersedekah. Hal ini selain untuk hindari riya’, tidak ikhlas juga penghormatan pada penerimanya.

Beberapa hal diatas bisa dilakukan oleh muslim yang tidak sadar melakukan beberapa perbuatan yang bisa membuat murka Allah. Untuk itu, redam murka Allah dengan amalan-amalan ini.
Top