2 Kekuatan Super untuk Para Wanita, Jadi Ibu Rumah Tangga dan Wanita Karir! Why not?


Masih bingung antara karir dan anak? Antara aktualisasi diri dan keluarga? Karir yang sukses atau ibu yang baik? Mengapa tidak menjadi keduanya dengan baik?

Pilihan menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga masih terus menjadi perdebatan. Menjadi ibu rumah tangga yang sukses membutuhkan cinta, kesabaran dan perhatian. Di sisi lain, wanita karier yang telah menghabiskan 8 jam waktunya untuk bekerja juga bisa sukses menjadi ibu rumah tangga terbaik. Walaupun untuk mencapai hal itu, membutuhkan trik yang cerdas.

Baca juga : Berkat Ucapan Terima Kasih, Allah Pun Membayarnya Tunai Detik Ini Juga!

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir bukanlah hal yang mudah. Pembagian peran dan waktu antara pekerjaan rumah tangga dan karir menjadi hal yang harus dihadapi setiap hari. Walaupun begitu banyak ibu rumah tangga sekaligus wanita karir yang sukses. Apa saja tipsnya?


Ibu rumah tangga sebenarnya mampu berperan ganda sebagai wanita karir karena adanya tuntutan kondisi keluarga. Misalnya, keuangan keluarga tidak mencukupi jika hanya ditopang suami atau pisah dengan suami sehingga masalah keuangan rumah tangga menjadi tanggungan sang super-mom.

Caranya adalah saat di rumah curahkan sepenuhnya perhatian untuk mengurus rumah, sedangkan jika di tempat kerja maka fokuskan pada pekerjaan yang tengah kita jalani. Dengan demikian, Anda akan dapat menyelesaikan tugas rumah maupun kantor dengan lebih baik dan menunjukkan bahwa Anda mampu menjalani keduanya.


Hindari terburu-buru menyiapkan keperluan anak Anda di pagi hari dengan cara menyiapkan semuanya di malam sebelumnya. Siapkan bekal sekolah beserta baju milik mereka, dan pastikan mereka sudah mandi dan bersih. Anda harus memutuskan sarapan apa yang akan Anda buat dan juga meletakkan tas berisi keperluan anak, tas sekolah, dompet, dan tas kerja Anda di depan pintu, Letakkan kunci kendaraan di sebelah tas Anda sehingga Anda dapat mengambilnya dengan mudah.

Lihat juga jadwal untuk keesokan hari, bergiliran dengan pasangan Anda mengenai siapa yang besok harus memandikan anak, berbelanja keperluan sehari-hari, dan memasak. Saat sarapan adalah saat yang tepat untuk mendiskusikan mengenai pembagian tugas ini karena hal sepele lainnya sudah selesai dan Anda bisa sarapan dan bersantai sebentar tanpa harus terburu-buru.


Pilihan yang ada pada dasarnya terbagi dua:

1. Membatasi jumlah kegiatan yang bisa dilakukan dalam satu hari atau
2. Melakukan semua kegiatan dalam satu hari dengan cepat.

Untuk memutuskan pilihan di atas ada beberapa hal yang perlu Anda dilakukan adalah membuat daftar tujuan yang ingin Anda raih dalam jangka waktu pendek dan panjang. Daftar hal yang harus dilakukan hari ini, minggu ini, bulan ini dan tahun ini. Dari daftar tujuan di atas, Anda bisa membaginya lagi dalam 3 kolom yakni, Yang harus dilakukan, sebaiknya dilakukan dan, tidak penting untuk dilakukan.

Dengan membuat skala prioritas maka sebagai seorang wanita karir, Anda akan bisa melihat dengan jelas apa yang perlu dilakukan segera. Dengan bekerja mengikuti jadwal maka satu demi satu pekerjaan akan terselesaikan dengan tepat waktu.

Tanpa adanya bagan skala prioritas maka Anda akan kebingungan harus memulai dari mana dan hal apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Tanpa jadwal yang jelas juga memungkinkan terjadi benturan antara melakukan kodrat di rumah sebagai istri dan ibu juga sebagai wanita bekerja. Dua hal berbeda ini bila dilakukan bersamaan dapat berakhir dengan hasil yang tidak maksimal karena masing-masing kegiatan hanya bisa dilakukan setengahnya saja.


Misalnya saja 10-15 menit untuk menyapu rumah, membersihkan kamar mandi atau mengecek e-mail. Bila perlu pasang alarm atau timer dalam melakukan kegiatan, dengan begitu semuanya terorganisir dengan baik. Dimulai dan diakhiri pada waktu yang Anda tetapkan. Segera setelah selesai, Anda berpindah pada kegiatan berikutnya yang ada pada daftar yang sudah Anda susun.


Selain membuat daftar kegiatan yang harus dilakukan, merencanakan menu makanan keluarga sebaiknya juga tidak dilupakan. Misalnya saja menu seminggu, dengan begitu Anda mengetahui apa yang harus dibeli di supermarket dan dimasak untuk keluarga minggu ini. Menu masakan yang Anda susun membantu Anda untuk tidak akan berlama-lama di supermarket dan tidak perlu menghabiskan waktu membuka buku-buku resep mencari ide menu masakan.


Anda harus tetap berkomunikasi dengan anak walaupun tidak sedang bersama. Jika Anda punya anak yang masih kecil, Anda bisa merekam diri Anda sedang menyanyi atau rekaman suara Anda membacakan cerita pada anak Anda. Jika Anda tidak bisa menghadiri acara sekolah anak Anda yang sudah agak besar, buatlah sesuatu yang spesial untuk mereka pada pagi hari contohnya dengan membuatkan gelang keberuntungan atau catatan penyemangat.

Jika memungkinkan, Anda dapat meminta tolong guru di sekolahnya untuk merekam bagian anak Anda saat tampil supaya Anda tetap bisa menontonnya nanti. Mungkin, Anda juga bisa membuat poster/spanduk penyemangat dengan foto Anda dan pasangan Anda, dan minta penanggung jawab acara di sekolah si kecil untuk memasangnya di tempat yang ia bisa lihat. Saat sarapan, ajak anak Anda bercerita agar ia merasa nyaman dan tidak gugup karena Anda ada di dekatnya.


Jangan segan-segan untuk meminta bantuan atau dukungan kepada suami dan anak-anak di rumah. Jika Anda benar-benar sibuk, membutuhkan bantuan tenaga dan memiliki uang lebih, Anda juga dapat menggunakan jasa pengasuh anak atau pembantu.


Baca juga : Pacu Adrenalin dan Terasa Nikmat, Tak Tahukah Bahwa Indahnya Selingkuh Itu Fatamorgana?

Suami misalnya dapat membantu menggantikan popok anak atau memandikan anak. Tugas mengurus anak adalah tugas kedua belah pihak, suami dan istri. Percayalah, suami tidak akan merasa ini adalah beban/tugas untuk dikerjakan. Suami akan dengan senang hati memandikan anak, membantu anak mengerjakan pekerjaan sekolah, menjaga anak sambil bermain bersama karena suami juga ingin menghabiskan waktu dengan si kecil.

Anak-anak juga bisa membantu Anda, misalnya memasukan cucian ke mesin cuci, menata meja makan selama Anda memasak atau membersihkan kamar tidurnya sendiri. Dengan begitu bukan saja Anda akan mendapatkan tambahan waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang lain, tapi secara tidak langsung Anda juga mengajarkan anak-anak untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan rumah dan mengajar anak untuk lebih mandiri.


Top