Salut, Para Sopir Angkot Mogok, Relawan ini Sigap Angkut Penumpang Terlantar

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 08 Mar 2017

Salut, Para Sopir Angkot Mogok, Relawan ini Sigap Angkut Penumpang Terlantar
Salah satu relawan saat mengangkut siswa yang terlantar karena tidak mendapatkan angkutan di Stasiun Kota Malang, Selasa (7/3/2017), via Kompas.

Tak usah berpikir terlalu pesimis, karena sekalipun dunia politik sudah carut marut masih banyak rakyat kecil yang peduli sesama. Seperti kisah yang satu ini. Seorang pria dengan sukarela mengangkut penumpang terlantar karena tiadanya transportasi.

Hal ini disebabkan aksi mogok massal sopir angkot di Kota Malang sejak Senin (6/3/2017). Berinisiatif mengantisipasi penumpukan penumpang, sejumlah relawan turun ke jalan untuk mengangkut para penumpang yang terlantar itu, Selasa (7/3/2017). Demikian dilansir Kompas.

Mayoritas relawan yang ikut mengangkut penumpang itu menggunakan sepeda motor. Tepat di bagian depan motor yang dipakainya terdapat tulisan "relawan". Mereka mengangkut penumpang secara sukarela tanpa meminta bayaran sepersen pun.

Wahyu Triyulianto, salah seorang relawan dari Komunitas Honda Motorbike Club mengatakan, dirinya tergerak untuk menjadi relawan karena melihat banyaknya penumpang yang terlantar.

"Aku mikir juga. Soalnya saya juga punya anak sekolah. Saya lihat banyak orang yang terlantar," katanya.

Baca Juga: Awas! Banyak Logo Halal Palsu pada Makanan Beredar, Ini Cara Mudah Mengeceknya

Dia mengaku tidak tahu pasti jumlah relawan yang ikut mengangkut penumpang yang terlantar.

"Banyak ya dari berbagai komunitas. Tapi pastinya saya tidak tahu," katanya.

Awalnya, para relawan itu menyisir sekolah-sekolah untuk mengangkut para siswa yang biasanya menggunakan angkutan umum.

Setelah sekolah dianggap selesai, mereka beralih mengangkut penumpang di simpul-simpul keramaian, seperti di depan stasiun dan terminal.

"Awalnya fokusnya anak sekolah, sekolahan. Tapi ini sudah menyebar. Tadi saya juga ke Rumah Sakit Saiful Anwar," katanya.

Selain para relawan, armada milik Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Malang serta bus sekolah juga masih dikerahkan untuk mengangkut penumpang. Sejumlah armada itu disebar ke sejumlah simpul keramaian penumpang.

SHARE ARTIKEL