Allah Sudah Menutupi Aibmu, Tapi Kenapa Diumbar Hanya Karena Takut Dipandang Munafik

Penulis Penulis | Ditayangkan 13 Mar 2017

Allah Sudah Menutupi Aibmu, Tapi Kenapa Diumbar Hanya Karena Takut Dipandang Munafik


Allah maha menutupi aib-aib hamba-Nya. Kita sebagai manusia pun tidak pantas mengumbar aib-aib orang lain.

Namun bagaimana jika mengumbar aib diri sendiri? Allah amat sangat tidak menyukai orang yang bangga dengan dosanya dengan mengumbar aibnya sendiri secara terang-terangan.

Bahkan Allah tidak akan menegur manusia yang bangga dengan aibnya di akhirat. Dan jika orang sudah bangga dengan dosa atau aibnya maka itu bisa menjadi tanda-tanda kiamat.

Hanya karena tidak ingin dibilang atau dipandang munafik oleh orang lain, dengan mudahnya seseorang membuka aibnya.

Keterbukaan memang perlu dilakukan namun tetap ada batasan, jangan sampai dengan keterbukaan, allah malah membenci kita.

Jika pun seseorang melakukan dosa atau kesalahan alangkah lebih baiknya bertaubat dan mengikhtiarkan solusi dengan menceritakan permasalahannya kepada orang yang benar-benar dapat dipercaya.

BACA JUGA: Bukan Hanya Keinginan yang Terlintas Lalu Sirna, Inilah 4 Langkah Sebenar-benarnya Bertaubat

Ketika memilih seseorang untuk berbagi cerita mengenai aib maka harus dilakukan dengan hati-hati. Karena tidak semua orang bisa menyimpan rahasia.

Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat tetapi sangat membenci orang-orang yang bangga dengan dosanya. Salah satu bentuk bangga dengan dosa adalah dengan mengumbar-umbar aibnya sendiri di hadapan orang lain.

Mari saudaraku, janganlah kita menganggap remeh kesalahan-kesalahan kita. Apalagi hanya dengan cengengesan atau berseri-seri ketika melakukan dosa. Karena Allah yang maha pemurah menutupi aib-aib kita, mengapa kita menzhalimi diri sendiri dengan membuka aib sendiri pada orang lain seperti yang dikutip dari dakwatuna.com.


Orang lain akan tetap menghargai kita karena Allah menutupi aib-aib hamba-Nya. Bayangkan jika aib kita diperlihatkan, maka orang lain tidak akan bersedia mendekati atau bahkan melihat kita karena saking banyaknya aib. 

Tetapi Maha Pemurahnya Allah dengan menjaga aib hamba-hamba Nya sehingga orang lain masih bersedia melihat, mendengar, menghargai dan mencintai kita.
SHARE ARTIKEL