Yakin Kamu Calon Istri Sholehah? Bahkan Wanita Ini Tolak Lamaran 3 Sahabat Nabi!

Komentar

Di zaman sekarang ini, banyak sekali yang ingin dilamar oleh lelaki hanya karena paras rupawan, harta, ataupun tingkat kedudukan dalam pendidikan ataupun pekerjaan. Memang semua wanita haruslah menilai terlebih dahulu sosok pria yang akan menikahinya dengan melihat bibiyt, bebet, dan bobotnya. Akan tetapi lebih dari itu, sosok muslimah satu ini bisa menjadi contoh untukmu wahai saudariku, yang hendak memilih seseorang yang tepat.

Seorang muslimah di zaman Nabi yang bernama Ummu Aban binti ‘Utbah bin Rabi’ah bin ‘Abdu Syams menolak lamaran dari tiga sahabat Nabi SAW. Lelaki pertama yang melamarnya adalah ‘Umar bin Khaththab, sosok khalifah kebanggaan kaum muslimin setelah Abu Bakar ash-Shiddiq yang juga menjadi mertua Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Baca juga : Hendak Mencari Istri? Rumus dari Ahli Aljabar Ini Patut Dicontoh!

Jika kita berpikir bahwa tak ada satu pun alasan untuk menolak lelaki yang ditakuti oleh setan ini, faktanya tidaklah demikian. ‘Umar ditolak dengan alasan, “Jika pulang ke rumah, ia memikirkan masalah. Dan, jika keluar dari rumah, ia juga memikirkan masalah.”

Hal itu terjadi lantaran ‘Umar amat memikirkan akhirat sehingga melupakan dunia. Dia hidup di dunia, tetapi seperti melihat Rabb semesta alam dan mencium bau surga.

Maka pelamar yang kedua adalah Zubair bin Awwam sang pemuka Quraisy yang memiliki karunia harta. Namun, lamaran sahabat Nabi ini pun ditolak dengan alasan, “Istrinya hanya akan mendapatkan pakaian yang bagus dan sanggul darinya.

Dan, ‘Ali bin Abi Thalib pun mengambil giliran sebagai pelamar ketiga yang bernasib serupa. Alasannya, “Istrinya hanya akan terpenuhi sesuai kebutuhannya saja, dan ia akan mengatakan begini dan begitu (menyampaikan alasan/pendapat agar istrinya tidak menyampaikan selain apa yang dibutuhkan).

Setelah tiga lamaran yang berujung penolakan sebab alasan sifat dan kecocokan yang dilamar dengan sosok pelamar, maka datanglah lelaki surga keempat yang sampaikan lamaran. Qadarullah, lelaki inilah yang diterima lamarannya.

Sebab, “Aku telah mengenal akhlaknya; jika masuk rumah, ia akan memasukinya dengan tertawa, dan jika keluar rumah, ia akan keluar dengan tersenyum. Jika aku meminta sesuatu, ia akan memberikannya; jika aku diam, dia akan memulai pembicaraan; jika aku melakukan sesuatu, ia akan berterima kasih; jika aku berbuat salah, ia akan memaafkannya.


Baca juga : Pelaku Bakar Diri di Ka'bah Tertangkap, Penuturan Sang Ibu Malah Sebaliknya!

Penolakan tiga sahabat Nabi dalam kisah ini bukan disebabkan keshalehan atau kualitas kepribadiannya. Mereka tidak diterima hanya karena kecenderungan sosok yang dilamar, sebab jiwa memiliki kekhasannya masing-masing. Kemudian, siapakah sahabat yang diterima lamarannya? Ia adalah Thalhah bin ‘Ubaidillah.

Masyaallah, itulah mengapa memilih seseorang itu harus dari luar dan dalam, karena bukan hanya di luar, akan tetapi bagaimana perasaan dan akhlaknya kepada si calon istri dan keluarganya. Point tersebutlah yang bisa dipertimbangkan selain ibadah kepada Allah SWT serta kedudukan dunia dari seorang pria.
Top