Wajib Tau, Waktu Yang Tepat Dan Tidak Untuk Tidur Agar Terhindar Dari Murka Allah



Pada saat apakah Anda memutuskan untuk tidur, lelah, mengantuk atau memang ingin tidur saja? Tahukah Anda, tidur dalam islam bisa bernilai pahala asalkan dikerjakan pada waktu-waktu yang memang dianjurkan.

BACA JUGA : Ataghfirullah, Sungguh Besar Dosa Perbuatan Ini Yang Ternyata Dosanya Sama Dengan 36 Kali Zina

Tidak hanya itu saja, pemilihan waktu tidur yang tepat juga dapat mendatangkan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya, tidur pada waktu yang dilarang dapat mendatangkan keburukan pada pelakunya. Nah, agar tidur yang kita lakukan bernilai pahala, sebaiknya mulai kita kenali waktu-waktu tidur yang dianjurkan dan yang seharusnya dihindari dalam islam, yakni :

1.    Tidur di pertengahan siang atau Qailulah

Tidur pada pertengahan siang atau qailulah termasuk tidur yang dianjurkan. Tidur disini tidak harus tidur secara sunguh-sungguh, tapi bisa saja beristirahat untuk memejamkan mata sejenak dari penatnya rutinitas harian.

Tidur ini bisa dilakukan 20-30 menit sebelum dzuhur atau sesudahnya. Manfaat tidur pada waktu ini sangat banyak, diantaranya meredakan stress, meningkatkan daya ingat, mencegah penyakit jantung dan meningkatkan produktivitas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang. (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1637: isnadnya shahih)

2.    Tidur Sebelum Shalat Isya’

Tidur sebelum shalat isya’juga termasuk yang dibenci oleh Rasulullah, karena itu sebaiknya kita tidak melakukannya.

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Jadi tidak hanya dilarang tidur sebelum shalat isya’, tapi kita juga dilarang ngobrol setelah shalat isya. Artinya, setelah selesai shalat isya’kita dipersilahkan untuk tidur agar bisa kembali terbangun untuk shalat malam.

3.    Tidur setelah subuh atau Hailulah

Tidur setelah subuh memang nikmat sekali, namun hal ini sangat terlarang karena dapat menghalangi kita dari rejeki Allah yang turun di pagi hari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kamu telah selesai shalat Subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

4.    Tidur setelah asar atau Ailulah

Setelah shalat ashar, kadangkala kita tergoda untuk tidur, padahal waktu tidur ini sangat tidak dianjurkan, karena memicu gelisan, pusing, bingung dan sesak.

Setelah mengetahui waktu-waktu tidur yang dianjurkan dan sebaiknya tidak dilakukan diatas, pastinya kita bisa lebih bijak lagi dalam memilih waktu yang tepat untuk tidur. Semoga bermanfaat!
Top